KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) untuk memperkuat ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada eksplorasi dan investasi baru. Keberhasilan mencapai target tersebut juga ditentukan oleh kemampuan pelaku industri menjaga keberlangsungan operasi di tengah ancaman pencurian aset, sabotase, konflik sosial, hingga serangan siber yang berpotensi menghentikan produksi dan mengganggu iklim investasi hulu migas. "Keamanan bukan sekadar melindungi aset, tetapi memastikan operasional berjalan tanpa gangguan. Kami memandang keamanan sebagai business enabler yang menjaga kontinuitas operasi melalui pendekatan Plan, Prevent, Protect yang dipadukan dengan prinsip Detect, Deter, Delay, dan Response. Dengan pendekatan ini, potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih dini, dicegah sebelum berkembang menjadi insiden, serta ditangani secara cepat sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi tetap berjalan sesuai rencana," ujar President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara Dino Hindarto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026). Baca Juga: Kelola 22 Lapangan Migas, Produksi Pertamina EP Capai 205.000 Boepd Sepanjang 2025
Gangguan Keamanan Ancam Produksi Migas, Industri Dituntut Ubah Paradigma Pengamanan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) untuk memperkuat ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada eksplorasi dan investasi baru. Keberhasilan mencapai target tersebut juga ditentukan oleh kemampuan pelaku industri menjaga keberlangsungan operasi di tengah ancaman pencurian aset, sabotase, konflik sosial, hingga serangan siber yang berpotensi menghentikan produksi dan mengganggu iklim investasi hulu migas. "Keamanan bukan sekadar melindungi aset, tetapi memastikan operasional berjalan tanpa gangguan. Kami memandang keamanan sebagai business enabler yang menjaga kontinuitas operasi melalui pendekatan Plan, Prevent, Protect yang dipadukan dengan prinsip Detect, Deter, Delay, dan Response. Dengan pendekatan ini, potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih dini, dicegah sebelum berkembang menjadi insiden, serta ditangani secara cepat sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi tetap berjalan sesuai rencana," ujar President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara Dino Hindarto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026). Baca Juga: Kelola 22 Lapangan Migas, Produksi Pertamina EP Capai 205.000 Boepd Sepanjang 2025