KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%, sedangkan inklusinya 29,55%. Tingkat literasinya terbilang sudah cukup masif, tetapi inklusinya masih ketinggalan. Terlihat dari gap-nya yang masih jauh atau lebar. Mengenai hal itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menilai gap tersebut tak terlepas dari faktor karakteristik produk asuransi yang berbeda dengan produk keuangan lainnya. Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti menerangkan asuransi merupakan produk yang manfaatnya sering kali tidak langsung terlihat atau dirasakan. Dia bilang asuransi pada dasarnya merupakan produk perlindungan terhadap risiko yang manfaatnya cenderung baru dirasakan ketika risiko terjadi.
Gap Inklusi dengan Literasi Perasuransian Masih Lebar, Ini Kata Tugu Insurance
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%, sedangkan inklusinya 29,55%. Tingkat literasinya terbilang sudah cukup masif, tetapi inklusinya masih ketinggalan. Terlihat dari gap-nya yang masih jauh atau lebar. Mengenai hal itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menilai gap tersebut tak terlepas dari faktor karakteristik produk asuransi yang berbeda dengan produk keuangan lainnya. Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti menerangkan asuransi merupakan produk yang manfaatnya sering kali tidak langsung terlihat atau dirasakan. Dia bilang asuransi pada dasarnya merupakan produk perlindungan terhadap risiko yang manfaatnya cenderung baru dirasakan ketika risiko terjadi.
TAG: