GAPKI Catat Produksi CPO Nasional Naik 7,2% di Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkap pertumbuhan kinerja industri sawit pada 2025, termasuk pada produksi.

Berdasarkan data terbaru GAPKI, produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) meningkat 7,2% secara tahunan (yoy) dari 48,16 juta ton menjadi 51,66 juta ton pada 2025.

“Produksi tahun 2025 lebih tinggi karena cuaca yang baik sepanjang 2025 dan harga yang tinggi di tahun 2024, sehingga petani merawat kebun,” papar GAPKI dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).


Dari sisi konsumsi CPO, GAPKI juga mencatat pertumbuhan 3,8% yoy pada total konsumsi CPO lokal menjadi 24,76 juta ton, dari 23,85 juta ton.

Baca Juga: Mind Id Mendukung Swasembada Energi Lewat Hilirisasi dan Proyek Strategis

Di sisi lain, konsumsi pangan turun 3,6% yoy dari 10,2 juta ton pada 2024 menjadi 9,8 juta ton pada 2025.

Adapun volume ekspor naik 9,5% yoy dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton. GAPKI melihat, permintaan volume yang lebih kuat didorong oleh harga minyak sawit yang lebih rendah dari minyak nabati lainnya.

Proyeksi Kinerja Industri Sawit di 2026 

Sepanjang tahun ini, GAPKI memproyeksikan produksi CPO akan bertumbuh tipis, tak lebih dari 5%. Areal replanting atau peremajaan sawit yang mulai berproduksi dinilai menjadi angin segar.

Namun, GAPKI mencermati adanya keterlambatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan perkiraan El Nino pada pertengahan 2026 yang menjadi sentimen pemberat produksi.

Lebih lanjut, GAPKI memperkirakan kinerja ekspor sawit tahun ini tak akan jauh berbeda dari capaian 2025.

Sementara itu, GAPKI menaksir harga minyak sawit dalam jangka pendek atau hingga akhir kuartal I-2026 akan berada di rentang US$ 1.050–US$ 1.125 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: