KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kelapa sawit Indonesia dinilai perlu terus memperkuat ketahanan, inovasi, dan transformasi agar tetap kompetitif dan mampu menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, serta tuntutan keberlanjutan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan industri kelapa sawit telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008–2009, hingga pandemi COVID-19. Menurutnya, sektor sawit tetap menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena menghasilkan devisa besar dan mampu menyerap tenaga kerja. “Saat pandemi, devisa sawit mencapai sekitar US$ 39,2 miliar. Di tengah banyaknya PHK di berbagai sektor, industri sawit bahkan masih membuka lapangan kerja baru,” kata Eddy dalam keterangannya dikutip Minggu (9/8/2026).
GAPKI Dorong Penguatan Industri Sawit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kelapa sawit Indonesia dinilai perlu terus memperkuat ketahanan, inovasi, dan transformasi agar tetap kompetitif dan mampu menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, serta tuntutan keberlanjutan. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan industri kelapa sawit telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008–2009, hingga pandemi COVID-19. Menurutnya, sektor sawit tetap menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena menghasilkan devisa besar dan mampu menyerap tenaga kerja. “Saat pandemi, devisa sawit mencapai sekitar US$ 39,2 miliar. Di tengah banyaknya PHK di berbagai sektor, industri sawit bahkan masih membuka lapangan kerja baru,” kata Eddy dalam keterangannya dikutip Minggu (9/8/2026).
TAG: