KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai belum sepenuhnya menjadi sentimen positif bagi industri kelapa sawit nasional, meski transaksi ekspor komoditas tersebut menggunakan mata uang dolar AS. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengungkapkan, pelemahan rupiah memang membuat harga produk sawit di dalam negeri meningkat. Namun, kondisi tersebut juga dibarengi kenaikan biaya produksi lantaran sejumlah komponen industri masih bergantung pada impor. “Transaksi ekspor itu menggunakan mata uang USD, jadi pelemahan rupiah pengaruhnya di dalam negeri,” ujar Eddy kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).
Gapki: Pelemahan Rupiah Tak Serta Merta Tingkatkan Ekspor CPO
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai belum sepenuhnya menjadi sentimen positif bagi industri kelapa sawit nasional, meski transaksi ekspor komoditas tersebut menggunakan mata uang dolar AS. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengungkapkan, pelemahan rupiah memang membuat harga produk sawit di dalam negeri meningkat. Namun, kondisi tersebut juga dibarengi kenaikan biaya produksi lantaran sejumlah komponen industri masih bergantung pada impor. “Transaksi ekspor itu menggunakan mata uang USD, jadi pelemahan rupiah pengaruhnya di dalam negeri,” ujar Eddy kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).
TAG: