JAKARTA. Harga karet di tingkat petani mulai menggeliat. Saat ini harga karet sudah mulai menyentuh angka Rp 7.300 hingga Rp 8.500 dalam dua pekan terakhir. Sementara di tingkat global, harga karet sudah menyentuh US$ 1,60 per kilogram (kg) atau lebih tinggi dari awal tahun yang sempat terperosok pada harga US$ 1,3 per kg hingga US$ 1,4 per kg. Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Daud Husni Bastari mengatakan, kenaikan harga karet ini merupakan hasil dari kerja keras sejumlah perusahaan swasta anggota Gapkindo yang mengubah strategi penjualan dengan langsung menjual karet kepada pembeli dan pengguna akhir serta bukan kepada trader. Penjualan karet tanpa melalui trader ini sudah dilakukan sejak awal bulan Mei 2015 lalu. "Kenaikan harga karet saat ini merupakan sumbangan dari industri-industri besar anggota Gapkindo," ujar Daud kepada KONTAN, Selasa (9/6). Keenam perusahaan tersebut adalah PT Kirana Megatara (KM) Group, Virginia Indonesia Rubber Co. PT (Virco), Halcyon Agri, Aneka Bumi Pratama, Star Rubber dan Sri Trang.
Gapkindo: Kenaikan harga karet dukungan swasta
JAKARTA. Harga karet di tingkat petani mulai menggeliat. Saat ini harga karet sudah mulai menyentuh angka Rp 7.300 hingga Rp 8.500 dalam dua pekan terakhir. Sementara di tingkat global, harga karet sudah menyentuh US$ 1,60 per kilogram (kg) atau lebih tinggi dari awal tahun yang sempat terperosok pada harga US$ 1,3 per kg hingga US$ 1,4 per kg. Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Daud Husni Bastari mengatakan, kenaikan harga karet ini merupakan hasil dari kerja keras sejumlah perusahaan swasta anggota Gapkindo yang mengubah strategi penjualan dengan langsung menjual karet kepada pembeli dan pengguna akhir serta bukan kepada trader. Penjualan karet tanpa melalui trader ini sudah dilakukan sejak awal bulan Mei 2015 lalu. "Kenaikan harga karet saat ini merupakan sumbangan dari industri-industri besar anggota Gapkindo," ujar Daud kepada KONTAN, Selasa (9/6). Keenam perusahaan tersebut adalah PT Kirana Megatara (KM) Group, Virginia Indonesia Rubber Co. PT (Virco), Halcyon Agri, Aneka Bumi Pratama, Star Rubber dan Sri Trang.