Gara-Gara Kebijakan Ini, Trump Digugat 26 Negara Bagian



KONTAN.CO.ID - Kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memangkas standar efisiensi bahan bakar kendaraan baru memicu gugatan hukum dari 26 negara bagian Amerika Serikat (AS).

Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (2/10/2026), dengan California dan New York termasuk di antara negara bagian yang menentang kebijakan baru Departemen Transportasi AS.

Persoalan utama dalam gugatan tersebut adalah keputusan pemerintah AS menurunkan target efisiensi bahan bakar kendaraan baru untuk tahun model 2031 menjadi rata-rata 34,9 mil per galon (mpg).


Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan standar yang ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, yakni 50,4 mpg untuk kendaraan tahun model 2031.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lembaga di bawah Departemen Transportasi AS yang bertanggung jawab menetapkan standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE).

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis di Tengah Meredanya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Negara bagian kritik cara hitung NHTSA

Jaksa Agung California Rob Bonta menjadi salah satu tokoh yang memimpin gugatan tersebut. Ia menilai pemerintah federal telah mengubah metode penghitungan standar efisiensi bahan bakar dengan cara yang tidak semestinya.

Dalam menetapkan standar CAFE, NHTSA biasanya memproyeksikan tingkat efisiensi armada kendaraan yang beredar. Lembaga tersebut kemudian memperhitungkan teknologi maupun langkah tambahan yang dapat digunakan produsen otomotif untuk meningkatkan efisiensi pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Bonta, perubahan metode yang dilakukan pemerintahan Trump mengabaikan jutaan kendaraan listrik yang telah beroperasi di jalan raya AS.

Kondisi tersebut dinilai membuat pemerintah federal lebih mudah menetapkan standar efisiensi yang lebih rendah bagi kendaraan berbahan bakar bensin.

Bonta menyebut pendekatan baru tersebut cacat dan menghasilkan perhitungan yang terdistorsi.

Gugatan 26 negara bagian itu juga menyatakan aturan baru NHTSA bertentangan dengan hukum. Mereka menilai lembaga tersebut tidak menjalankan mandat Kongres untuk menetapkan standar efisiensi bahan bakar pada tingkat setinggi mungkin.

Tonton: Bahlil Rangkap Menko–Menteri ESDM, Apa Dampaknya bagi Hilirisasi?

Pemerintah Trump klaim hemat US$ 138 miliar

Di sisi lain, Departemen Transportasi AS membela kebijakan tersebut. Pemerintah menyatakan perubahan standar CAFE berpotensi memberikan penghematan sekitar US$ 138 miliar bagi pembayar pajak AS dalam lima tahun mendatang.

Pemerintahan Trump juga mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan otomotif.

Shane Karr, Wakil Presiden Senior Urusan Publik Stellantis North America, mengatakan perusahaan menyambut langkah pemerintah untuk menata kembali regulasi CAFE.

Menurut Karr, target baru tersebut lebih realistis dan dinilai lebih sesuai dengan kondisi pasar otomotif saat ini.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Eropa Cetak Rekor, Naik 45% hingga Agustus 2026

Gugatan kedua terhadap kebijakan Trump

Selain gugatan yang diajukan 26 negara bagian, kebijakan penurunan standar efisiensi BBM tersebut juga digugat oleh kelompok progresif dan organisasi lingkungan.

Gugatan kedua diajukan di pengadilan federal di Washington DC. Beberapa organisasi yang terlibat antara lain Environmental Defense Fund dan Public Citizen.

Kelompok tersebut menilai pelonggaran standar efisiensi kendaraan akan meningkatkan polusi udara dan memberikan keuntungan bagi perusahaan minyak serta industri otomotif.

Wakil Presiden Bersama Public Citizen Robert Weissman mengatakan kebijakan pemerintahan Trump untuk membatalkan perlindungan terkait efisiensi bahan bakar merupakan tindakan yang melanggar hukum.

Saham otomotif AS ikut tertekan

Perdebatan mengenai regulasi efisiensi bahan bakar tersebut turut berlangsung ketika saham sejumlah perusahaan otomotif AS berada di bawah tekanan.

Saham Ford Motor dan General Motors masing-masing ditutup melemah sekitar 1% pada perdagangan Jumat (2/10/2026).

Sementara itu, saham Toyota juga terkoreksi sekitar 1%. Penurunan lebih tajam terjadi pada saham Stellantis, yang merosot lebih dari 6% di tengah laporan mengenai pelemahan penjualan.

Gugatan dari negara bagian dan kelompok lingkungan tersebut berpotensi membuat perubahan standar CAFE pemerintahan Trump kembali menghadapi proses hukum. Perkembangan perkara ini akan menjadi perhatian industri otomotif karena standar efisiensi berpengaruh terhadap strategi produksi dan pengembangan kendaraan di AS.

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/10/05/185321370/26-negara-bagian-as-gugat-trump-ke-pengadilan-ada-apa?page=all#page2.   

PTKP Disesuaikan Inflasi, Berapa Batas Barunya?
© 2026 Konten oleh Kontan
TAG: