Gara-gara pohon listrik Jabodetabek padam? Ini kata akademisi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemadaman listrik (blackout) selama lebih dari tujuh jam dialami sebagian Jawa pada Minggu siang (4/8). Peristiwa ini terutama dirasakan wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pohon sengon diduga menjadi penyebab pemadaman listrik masal itu karena tingginya melebihi batas wajar.

"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/9).


Baca Juga: Kalau potong gaji karyawan untuk kompensasi, PLN langgar aturan

Namun, benarkah pohon sengon bisa memicu pemadaman listrik massal?

Menanggapi pemberitaan ini, pakar ekonomi dan energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyangsikan gagasan tersebut.

"Karena masih dalam tahap investigasi, mari kita tunggu saja (hasilnya). Namun secara teknis, kalau misal benar pohon sengon jadi penyebab pemadaman listrik, itu gangguannya enggak akan sampai meluas seperti kemarin," ungkap Fahmy kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (7/8).

Baca Juga: Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) minta Direksi PLN dan Komisaris diganti

Pria yang juga bekerja sebagai dosen di UGM itu menjelaskan, ketika pohon menimpa kawat jaringan listrik, maka pemadaman yang terjadi sifatnya lokal dan tidak meluas.

Sementara, pemadaman listrik kemarin Minggu cakupannya luas, terjadi dalam waktu bersamaan, dan berlangsung selama kurang lebih 30 jam.

Dari keadaan ini, Fahmy melihat bahwa kemungkinan besar masalah ada pada sistem paralel jaringan listrik Jawa Bali.

Fahmy menerangkan, jaringan listrik di Jawa Bali menggunakan sistem paralel agar lebih efisien. Namun sisi negatifnya, bila terjadi gangguan transmisi seperti kemarin Minggu maka dampaknya pun meluas.

Baca Juga: Blackout yang melumpuhkan

"Kalau menurut saya, jaringan Jawa-Bali menggunakan sistem paralel yang saling sambung menyambung. Memang ini lebih efisien, tapi kalau terjadi gangguan seperti kemarin di transmisi Ungaran dan Pemalang, maka ini akan memicu pada wilayah lain seperti dari Jawa Barat kemarin mengenai DKI dan Banten," papar dia.

"Jadi ini memang risiko dalam sistem Paralel Jawa Bali memang seperti itu," imbuhnya.

Dari penjelasan inilah Fahmy menyebut bahwa pemicu pemadaman listrik massal karena pohon sengon kurang beralasan.

Pasalnya, jika ketinggian pohon yang disebut sebagai pemicu pemadaman listrik, semestinya pemadaman hanya terjadi di daerah yang masih dalam satu jaringan, tidak meluas sampai lintas provinsi.

Baca Juga: Gaga-gara blackout, PLN potong gaji pegawai untuk tunaikan kompensasi Rp 839 miliar

Sementara itu, Fahmy yakin bahwa ada masalah lain yang lebih kompleks sehingga membuat pemadaman listrik terjadi secara bersamaan dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Ini karena struktur jaringan listrik yang dibangun di Jawa Bali," jelas dia.

Pohon sengon memiliki nama ilmiah Paraserianthes falcataria. Pohon sengon tergolong sebagai pohon peneduh dan penghasil kayu yang tersebar di India, Asia Tenggara, China Selatan, dan Indonesia.

Pohon yang sering menggugurkan daun ini memiliki ukuran sedang hingga tinggi, antara 30-45 meter dengan diameter batang 70-140 sentimeter. (Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pohon Sengon Dituding Picu Pemadaman Listrik Massal, Ini Kata Ahli"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .