Gara-gara wabah penyakit, impor daging babi China capai 1,5 juta ton hingga Oktober



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Impor daging babi China pada Oktober naik dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan impor ini dipicu oleh aksi pedagang yang menimbun persediaan setelah wabah demam babi Afrika melanda.

Mengutip Reuters Sabtu (23/11), data bea cukai menunjukkan impor daging babi mencapai 177.426 ton, naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 161.836 ton.

Data administrasi umum kepabeanan menunjukkan dalam 10 bulan pertama tahun ini, impor daging babi mencapai 1,5 juta ton, naik 49,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya.


Baca Juga: Gara-gara krisis daging babi, China cabut larangan impor unggas AS

Data ini untuk daging potong dan tidak termasuk jeroan dan bagian lainnya yang dikenal dengan daging aneka.

Demam babi Afrika yang menyerang China telah mengurangi populasi babi di China hingga 41% dan membuat petani di China enggan beternak babi, menurut data resmi.

Penurunan populasi babi di China mendorong kenaikan harga daging babi eceran sebesar 148% pada akhir Oktober, dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi CNY 59 per kilogram (kg) atau sekitar US$ 8,38 per kg dan menyebabkan inflasi makanan melonjak.

China telah membuka pasar sumber-sumber daging baru, menyetujui belasan pabrik pengolahan daging babi baru di Brazil, Argentina dan Inggris dalam beberapa bulan terakhir untuk membantu mengatasi kekurangan proteinnya.

China menerima pengiriman kargo pertama daging babi Italia pekan ini, menurut Bea Cukai dalam situs webnya. Sementara Argentina mengirimkan muatan kapal pertama daging babi beku ke China.

Impor daging sapi biasanya lebih mahal daripada daging babi juga naik 63,2% menjadi 150.829 ton pada Oktober.

Selama 10 bulan pertama tahun ini, impor daging sapi China mencapai 1,28 juta ton, naik 54,5% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Trump ogah tarik beleid tarif impor, kesepakatan dagang dengan China mentah lagi

Impor daging sapi juga meningkat berkat meningkatnya permintaan dari kelas menengah China yang berkembang.

Impor daging ayam juga naik 64% menjadi 66.921 ton pada Oktober 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Editor: Herlina Kartika Dewi