JAKARTA. Tatkala gegap gempita teknologi fourth generation long term evolution (4G) masih riuh bergema, PT Smartfren Telecom Tbk mencuri start mengembangkan 4G LTE-Advanced. Berbekal teknologi ini, mereka berharap memperbaiki kinerja di masa yang akan datang. Manajemen Smartfren mengklaim, akses 4G LTE-Advanced lebih cepat ketimbang 4G biasa. Teknologi itu juga familier disebut 4,5 G. Untuk merealisasikan teknologi tersebut, Smartfren menghitung harus merogoh kocek US$ 500 juta. Itu adalah biaya untuk pengembangan awal hingga teknologi siap operasi. "Sumber dana ada yang dari pinjaman dan sumber pendanaan lain," ujar Merza Fachys, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Rabu (19/8).
Garap 4,5 G, Smartfren gelontorkan US$ 500 Juta
JAKARTA. Tatkala gegap gempita teknologi fourth generation long term evolution (4G) masih riuh bergema, PT Smartfren Telecom Tbk mencuri start mengembangkan 4G LTE-Advanced. Berbekal teknologi ini, mereka berharap memperbaiki kinerja di masa yang akan datang. Manajemen Smartfren mengklaim, akses 4G LTE-Advanced lebih cepat ketimbang 4G biasa. Teknologi itu juga familier disebut 4,5 G. Untuk merealisasikan teknologi tersebut, Smartfren menghitung harus merogoh kocek US$ 500 juta. Itu adalah biaya untuk pengembangan awal hingga teknologi siap operasi. "Sumber dana ada yang dari pinjaman dan sumber pendanaan lain," ujar Merza Fachys, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Rabu (19/8).