Garap pelabuhan, Pelindo II gandeng China Merchant



JAKARTA. PT Pelindo II akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan China Merchants Holdings (International) Co untuk pengembangan pelabuhan kargo bijih besi senilai US$ 2 miliar di Tanjung Sawuh, Batam.

Presiden Direktur PT Pelindo II, Richard Joost Lino mengatakan, China Merchants siap menjadi investor mayoritas di pelabuhan yang akan memiliki kapasitas 4 juta 20 TEUs, dan mampu memproses 100 juta metrik ton bijih besi per tahun. Sementara itu, China Merchants Holdings menolak berkomentar mengenai kemungkinan investasi di Indonesia tersebut. Juru bicara itu mengatakan, perusahaan memang mengincar investasi di luar China, tetapi ia enggan mengomentari detailnya. Namun begitu, salah satu pejabat eksekutif China Merchants Holding sebelumnya mengaku, operator pelabuhan Cina sedang mencari kesempatan untuk berinvestasi di negara berkembang. Managing director China Merchants, Hu Jianhua menyebutkan sudah bertemu dengan Presiden Direktur Pelindo II pada awal Mei lalu. Sementara itu Lino dalam sebuah kesempatan seminar bilang, pembangunan pelabuhan di Batam akan dimulai pada tahun 2013 dan selesai tahun 2016. Indonesia saat ini berusaha keras memperbaiki infrastruktur vital, seperti pelabuhan dan jalan, di seluruh negeri dalam rangka memikat investasi asing. Selain pelabuhan di Batam, Pelindo II juga membangun pelabuhan di Sorong, Papua Barat, yang akan dimulai akhir tahun ini, dengan kapasitas awal 700.000 TEUs. Sementara itu, Pelindo II juga sedang mengerjakan pelabuhan Kalibaru tahap pertama di Jakarta Utara. Pelabuhan ini akan memiliki kapasitas 4,5 juta TEUs, dan terletak bersebelahan dengan pelabuhan Tanjung Priok. Tahap pertama pembangunan diperkirakan selesai tahun 2014 dengan biaya US$ 2,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Asnil Amri