JAKARTA. Perkembangan bisnis di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur, memikat hati manajemen PT Bank DKI. Mereka terdorong untuk meningkatkan status dua kantor kasnya di kawasan tersebut menjadi kantor cabang. Dengan langkah ini, bank milik Pemprov DKI Jakarta ini berharap bisa meningkatkan penyaluran kredit, pendanaan dan memfasilitasi transaksi perusahaan. Di kawasan ini terdapat 150 perusahaan peti kemas dengan total pegawai mencapai 80.000 orang. Aktivitas mereka berorientasi ekspor impor, seperti pengiriman barang dan pengurusan dokumen. Bank DKI melihat ada potensi pemberian kredit bagi perusahaan dan karyawan, pengelolaan arus kas dan transaksi ekspor impor. "Apalagi ada kebijakan devisa ekspor yang mewajibkan eksportir bertransaksi lewat bank devisa dalam negeri, ini peluang besar," kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, Rabu (2/11).
Garap pelabuhan peti kemas, Bank DKI tingkatkan status kantor
JAKARTA. Perkembangan bisnis di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur, memikat hati manajemen PT Bank DKI. Mereka terdorong untuk meningkatkan status dua kantor kasnya di kawasan tersebut menjadi kantor cabang. Dengan langkah ini, bank milik Pemprov DKI Jakarta ini berharap bisa meningkatkan penyaluran kredit, pendanaan dan memfasilitasi transaksi perusahaan. Di kawasan ini terdapat 150 perusahaan peti kemas dengan total pegawai mencapai 80.000 orang. Aktivitas mereka berorientasi ekspor impor, seperti pengiriman barang dan pengurusan dokumen. Bank DKI melihat ada potensi pemberian kredit bagi perusahaan dan karyawan, pengelolaan arus kas dan transaksi ekspor impor. "Apalagi ada kebijakan devisa ekspor yang mewajibkan eksportir bertransaksi lewat bank devisa dalam negeri, ini peluang besar," kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, Rabu (2/11).