Garap proyek Maja, MYRX menyiapkan Rp 400 miliar



JAKARTA. PT Hanson International Tbk (MYRX) segera meluncurkan proyek perumahan Maja I di wilayah Tangerang, Banten. Perumahan yang menyasar kalangan kelas menegah ke bawah ini akan diluncurkan pada akhir Oktober 2014.

Direktur Utama MYRX Benny Tjokrosaputro mengemukakan, dalam tahap pertama, MYRX akan membangun sedikitnya 2.000 unit rumah terlebih dulu di atas lahan seluas 50 hektare (ha).

Manajemen Hanson optimistis, sebanyak 2.000 unit rumah akan tandas terjual hingga akhir tahun ini. Dengan harga jual sekitar Rp 120 juta per unit, MYRX berpotensi membukukan pra-penjualan atau marketing sales mencapai Rp 240 miliar dari proyek perumahan Maja I.


Sebagai pemain baru di sektor properti, MYRX tidak sendirian dalam menggarap proyek perumahan di Tangerang. MYRX menggandeng pengembang yang lebih berpengalaman, yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Benny menyatakan, Hanson International sudah menggelontorkan investasi hampir mencapai Rp 400 miliar untuk mendukung proyek properti.

"Di proyek Maja I, MYRX menyediakan lahan, sedangkan Grup Ciputra yang melaksanakan pembangunan," ujar Benny kepada KONTAN, Senin (29/9) lalu. Hasil pra-penjualan dari proyek tersebut akan dibagi rata, yakni 50% untuk MYRX dan 50% untuk Grup Ciputra.

MYRX akan rajin berekspansi di bisnis properti. Setelah menggarap perumahan Maja I, Hanson akan mengembangkan perumahan Maja tahap II dan seterusnya. Benny menargetkan bisa meluncurkan sedikitnya 5.000 unit rumah per tahun di kawasan Maja. "Kami berniat membangun kota," ungkap dia.

Sebelumnya, MYRX berhasil menjual 1.500 unit rumah di Serpong Kencana. Kawasan tersebut menyasar kalangan menengah ke bawah dengan harga jual di kisaran Rp 3 juta per meter persegi. Dari penjualan ini, MYRX mengantongi marketing sales senilai Rp 600 miliar.

Bukan hanya Tangerang, MYRX juga siap mengembangkan kawasan perumahan di wilayah Bekasi, Jakarta, Depok, dan Bogor. Maklum, MYRX masih memiliki cadangan lahan yang cukup luas, yakni 2.937 ha.

Tapi kinerja MYRX di awal tahun masih mengecewakan. Selama kuartal pertama tahun ini, MYRX mencatatkan penjualan senilai Rp 28,44 miliar. Ini merosot 78,67% ketimbang periode sama tahun lalu atau year-on-year (yoy) di posisi Rp 133,33 miliar.

Lesunya pendapatan tersebut turut mempengaruhi bottom line MYRX. Pada kuartal I–2014, perseroan hanya meraih laba bersih senilai Rp 1,15 miliar atau anjlok 94,55% dibandingkan dengan setahun lalu sebesar Rp 21,11 miliar.

Harga saham MYRX pada transaksi kemarin (2/10) ditutup tidak berubah dari posisi Rp 620 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro