Garap Proyek PSEL di 3 Lokasi, Danantara Gandeng Mitra asal China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi mempercepat implementasi teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) guna mengatasi kedaruratan sampah nasional. 

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Daerah dan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL di tiga wilayah strategis.

Ketiga lokasi tersebut mencakup Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi. Adapun BUPP yang terpilih merupakan konsorsium yang dibentuk oleh Danantara bersama pengembang teknologi dan mitra swasta lokal untuk membangun sekaligus mengoperasikan fasilitas PSEL tersebut.


Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa proyek ini merupakan tonggak penting karena menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 yang lebih ringkas.

Baca Juga: Danantara Umumkan Zhejiang Weiming Garap Proyek WtE di Bogor Raya

"Sejak diterbitkan pada Oktober 2025, proses penyiapan di daerah hingga lelang oleh Danantara dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pemerintah menargetkan konstruksi fisik di ketiga lokasi tersebut dapat dimulai pada Juni 2026 mendatang. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas pengolahan sampah ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2027.

Adapun mitra pengembang yang terpilih pada tahap pertama ini didominasi oleh perusahaan asal China. Di antaranya adalah PT Weiming Nusantara Bali New Energy untuk PSEL Denpasar Raya, PT Weiming Nusantara Bogor New Energy untuk PSEL Bogor Raya, dan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara untuk PSEL Kota Bekasi.

Baca Juga: Danantara Buka Lelang PSEL Tahap Kedua di 20 Kota, 100 Investor Mulai Antre

Ketiga proyek ini merupakan bagian dari tahap pertama pengembangan sekitar 30 lokasi PSEL di seluruh Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan mempercepat pemilihan mitra untuk 13 lokasi tambahan, termasuk wilayah Yogyakarta Raya yang segera ditetapkan pemenangnya serta 10 lokasi lain yang siap dilelang.

Guna memastikan proyek ini tidak mangkrak, Menko Pangan meminta komitmen penuh dari pimpinan daerah dalam hal perizinan dan ketersediaan pasokan sampah. 

“Saya minta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota mengawal pelaksanaan ini agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku yang berupa sampah itu terpenuhi,” kata Zulhas.

Baca Juga: Danantara Umumkan Pemenang Proyek WtE Akhir Februari, Groundbreaking Kuartal II-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: