Garap proyek TOD senilai Rp 18,6 T, Adhi Commuter Properti gandeng perusahaan China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Commuter Properti (ADCP) memilih untuk menggandeng China Railway 20 Bureau Group Corporation (CR20G) untuk menggarap sejumlah proyek properti.

Seperti diketahui, anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini sedang gencar membangun properti yang terintegrasi dengan transportasi massal alias hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

ADCP sudah meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan CR20G. Ke depan, CR20G akan menjadi mitra kerjasama dalam pengembangan lahan yang ada di LRT City Tebet, LRT City Cikunir, LRT City Bekasi-Green Avenue, Adhi City Sentul, dan LRT City Cibubur.


Corporate Secretary Adhi Commuter Properti Adi Sampurno menjelaskan, China Railway dipilih sebagai mitra lantaran memiliki core business dalam pembangunan infrastruktur strategis, termasuk pada pengembangan rail based transportation. Sehingga diharapkan dapat membuka peluang kerjasama lebih lanjut bagi ADCP dan China Railway.

Adapun penandatanganan MoU sebagai dasar dari kedua pihak untuk melaksanakan seluruh kegiatan dan tahapan persiapan yang diperlukan sebelum menentukan skema kerjasama dan menandatangani perjanjian kerjasama yang lebih definitif (Perjanjian Definitif).

Baca Juga: Pengiriman rampung, seluruh rangkaian kereta LRT Jabodebek sudah ada di lintasan

Meski belum membeberkan secara detail, namun Adi mengungkapkan bahwa kemitraan ADCP dan China Railway mencakup kerjasama sebagai partner investasi melalui penyertaan equity. Adapun, nilai investasi untuk 5 proyek yang akan dikerjasamakan mencapai sekitar Rp 18,6 triliun. Adi belum merinci porsi penyertaan modal dari ADCP maupun China Railway.

"Secara total nilai investasi dari proyek tersebut sebesar Rp 18,6 triliun, kerjasama yang akan dijalankan merupakan strategic partnership terhadap project based. Saat ini kami dengan CR20G masih taraf pembahasan lebih dalam terkait proyek-proyek mana saja dan skema partnership mana yang dipilih, termasuk porsi-porsinya," jelas Adi kepada Kontan.co.id, Rabu (20/10).

Dalam keterangan tertulis sebelumnya, Direktur Utama Adhi Commuter Properti Rizkan Firman menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi salah satu upaya ADCP untuk membuktikan komitmen penyelesaian proyek sesuai target dan tepat waktu.

"Kami bersyukur dapat menjalin kerjasama dengan CR20G yang merupakan perusahaan kontraktor konstruksi umum, jasa investasi, dan manufaktur untuk sejumlah proyek hunian konsep TOD yang tengah kami kembangkan," ungkap Rizkan, Rabu (13/10).

Sebagai informasi, China Railway 20 Bureau Group Corporation merupakan perusahaan jasa konstruksi infrastruktur, konsultan teknik dan desain, real estate, jasa investasi, manufaktur, peralatan, membangun kereta api, jalan raya, jembatan, terowongan, stasiun kereta bawah tanah, jalan raya, dan proyek terkait.

Kerjasama ADCP dan CR20G ditandai dengan penandatanganan MoU yang diwakili oleh Direktur Utama ADCP Rizkan Firman, dan Business Manager China Railway 20 Bureau Group (CR20G) Yang Jin long, sebagai Perwakilan Negara.

Turut hadir pula Joe Xu selaku Marketing Manager Overseas Operations CR20G, Wahyu Soetomo dari PT Multi Agung selaku perwakilan dari CR20G dan Anto Mulia dari PT Lotus Investasi Management.

Baca Juga: Sejumlah BUMN Karya mulai rajin divestasi, simak rekomendasi analis

 
ADHI Chart by TradingView

Adapun, saat ini ADCP memiliki 11 proyek hunian berbasis TOD. Tujuh diantaranya berada di titik stasiun LRT Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

Proyek-proyek tersebut antara lain LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, serta Grand Central Bogor - Member of LRT City, Cisauk Point - Member of LRT City, Oase Park - Member of LRT City.

ADCP juga mendapatkan keuntungan dari pembukaan komersial penuh LRT Jabodebek, yang menurut pemerintah akan dibuka pada Juni 2022 (Cibubur – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur). Adi menyebut, konsep TOD memberikan keuntungan karena merupakan bentuk strategi perencanaan dan desain untuk mencapai pembangunan perkotaan yang padu.

"Secara umum, TOD adalah pengembangan properti seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan, hotel yang terkoneksi secara langsung, atau dalam jarak nyaman berjalan kaki maupun bersepeda, dengan stasiun transportasi publik massal, seperti kereta api, LRT dan MRT. Melalui konsep ini kami optimistis properti yang kami kembangkan akan diminati,” tutup Adi.

Selanjutnya: Pemerintah siapkan suntikan modal ke BUMN tahun depan sebesar Rp 58,88 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari