Garuda Food pertimbangkan opsi IPO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Food membuka opsi go public. Produsen makanan ringan ini berencana menjual sebagian sahamnya ke pasar modal melalui skema initial public offering (IPO). Penawaran pertama mungkin bakal dilakukan pada tahun depan.

Aksi IPO tersebut diperkirakan bisa menghimpun dana hingga US$ 200 juta, atau setara Rp 2,7 triliun (asumsi kurs Rp 13.500 per dollar Amerika Serikat).

Menurut sumber Bloomberg, yang dikutip Selasa (3/10), saat ini Garuda Food dalam proses memilih bank yang akan membantu menjual saham mereka.


Meski begitu, Chairman Garuda Food Sudhamek AWS mengaku sedang mempertimbangkan aksi korporasi yang akan ditempuh pada 2018 mendatang. "Masih belum jelas mana opsi yang akan kami ambil," ujar dia kepada Bloomberg, Senin (2/10).

Sumber tersebut pun mengaku belum ada keputusan final oleh Garuda Food. Sehingga, keputusan untuk IPO belum pasti akan dilakukan oleh perusahaan itu.

Wajar saja jika Garuda Food mempertimbangkan untuk ikut masuk bursa saham. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi mencetak rekor pada penutupan perdagangan kemarin. IHSG ditutup pada level 5.939,45. Ini merupakan rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.

Kondisi pasar yang terus membaik setelah Indonesia memperoleh peringkat investment grade dari Standard & Poor's (S&P) pada Mei lalu membuat para pelaku pasar optimistis dengan pasar saham domestik. Pasar pun memprediksi IHSG bisa menembus level 6.000 di akhir tahun nanti.

Sebelumnya, KONTAN memberitakan, pada awal tahun ini manajemen Garuda Food menargetkan pertumbuhan bisnis di sepanjang 2017 mencapai 15%. Proyeksi tersebut meningkat dari pertumbuhan bisnis pada 2016 yang sekitar 10%.

Target Garuda Food berada di atas proyeksi pertumbuhan industri. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menargetkan sektor makanan dan minuman pada tahun ini tumbuh di kisaran 8,2%-8,5%.

Hanya saja, manajemen Garuda Food tidak memberikan perincian bagaimana upaya perusahaan itu untuk merealisasikan proyeksi bisnis tersebut. Tapi, dalam catatan KONTAN, Garuda Food tahun ini sudah menganggarkan belanja modal hingga Rp 2 triliun. Perinciannya adalah Rp 1,5 triliun untuk divisi makanan dan Rp 500 miliar untuk divisi beverage, di bawah PT Suntory Garuda Beverage.

Ekspansi tersebut bertujuan untuk menambah volume produksi antara 7%-8%. Namun, Garuda Food tidak merinci besaran kapasitas produksi tersebut. Sebagai gambaran, saat ini Garuda Food memiliki 15 pabrik. Dari jumlah itu, delapan di antaranya adalah pabrik minuman dan sisanya pabrik makanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini