KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (
GIAA) menyiapkan 170.845 tiket penerbangan domestik gratis bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang membeli tiket penerbangan internasional Garuda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas perjalanan wisman dari Jakarta dan Bali ke sejumlah destinasi lain di Indonesia. Program bertajuk
Free Domestic Flight tersebut merupakan hasil kerja sama Garuda Indonesia dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui kampanye Discover More Indonesia. Marketing Group Head Garuda Indonesia, Prina Eka Putri mengatakan, program tersebut dirancang untuk mengubah pola perjalanan wisman yang selama ini cenderung terpusat pada sejumlah destinasi utama.
Baca Juga: Metland (MTLA) Ungkap 40% Pembeli Rumahnya Generasi Muda, Ini Hunian yang Diburu "Hari ini tantangan kita bukan hanya lagi bagaimana membawa lebih banyak pelaku perjalanan internasional datang ke Indonesia, tetapi bagaimana satu kedatangan itu tidak hanya berhenti ke satu titik, tapi berkembang menjadi perjalanan ke destinasi kedua dan ketiga dan selanjutnya," ujar Prina dalam konferensi pers di Sarinah, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Menurut Prina, penyediaan 170.845 tiket domestik gratis tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Melalui program ini, Garuda ingin mendorong wisman untuk mengenal lebih banyak destinasi di luar Jakarta dan Bali. "Kami harapkan wisatawan terdorong untuk lebih mudah melanjutkan perjalanan ke domestik Indonesia lainnya, dan 170.845 (tiket) itu kita memang sekalian memperingati bulan Kemerdekaan RI," kata dia. Program
Free Domestic Flight berlaku untuk periode penerbangan 1 Agustus hingga 30 November 2026. Fasilitas tersebut dapat diperoleh melalui pembelian tiket Garuda Indonesia di berbagai kanal, mulai dari online travel agent (OTA), agen perjalanan konvensional, kantor penjualan tiket, hingga call center dan WhatsApp Garuda Indonesia. Wisatawan yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut wajib menggunakan kode INDO saat melakukan pemesanan penerbangan domestik gratis.
Baca Juga: Bisnis MICE Masih Prospektif, Permintaan Venue Surabaya Expo Center Naik Tahun Ini Prina menjelaskan, wisatawan yang telah membeli tiket sebelum program diluncurkan juga masih dapat menambahkan fasilitas
free domestic flight, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satunya terkait kesamaan kota keberangkatan serta ketentuan masa tinggal di Indonesia. Penerbangan internasional menuju Indonesia harus dilakukan paling lambat 30 November 2026. Sementara itu, wisatawan yang tiba pada akhir November masih dapat melanjutkan penerbangan domestik hingga Desember 2026 sesuai dengan ketentuan
eligibility program. "Ada
eligibility-nya, maksudnya aturan berapa hari
stay di Indonesia yang diizinkan untuk mendapatkan
free domestic flight ini, dan yang pasti harus kembali ke mana mereka berangkat dulu," jelas Prina. Dari sisi bisnis, Southeast Asia Branch Manager Garuda Indonesia, Agny Gallus Pratama mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat keterisian atau
load factor penerbangan Garuda Indonesia. Gallus menjelaskan, perseroan telah memiliki proyeksi
load factor berdasarkan kinerja tahun sebelumnya serta perkiraan kinerja semester II 2026. Dari proyeksi tersebut, terdapat ruang yang masih dapat dioptimalkan melalui program Free Domestic Flight. "Dengan adanya
load factor naik maka benefit-nya pasti ke kinerja pendapatan gitu. Jadi
load factor naik, pendapatan dari
revenue khususnya di rute internasional kita harapkan juga meningkat," sebut Gallus. Selain mengejar peningkatan keterisian pesawat, program tersebut juga diharapkan memperkuat posisi merek Garuda Indonesia di pasar regional, termasuk di kawasan Asia hingga Eropa.
Baca Juga: The Palace, Mondial dan Frank & co. Buka Magang untuk 60 Peserta, Program Kemenaker "Sehingga kalau dari kami akses ini dan kemudian menghubungkan tidak hanya Jakarta dan Bali tapi beyond daripada itu di seluruh Indonesia," ucapnya. Sementara itu, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan mengatakan sekitar 70% kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan konektivitas udara. Dari jumlah tersebut, Bali menjadi destinasi terbesar dengan porsi sekitar 40%, sedangkan Jakarta sekitar 27%. Menurut Yudhistira, kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat peluang untuk memperluas pergerakan wisman ke destinasi lain di Indonesia. Karena itu, program
Free Domestic Flight dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik perjalanan ke Indonesia. "Ini menambah nilai
competitiveness bagi destinasi di Indonesia karena yang tadinya mungkin wisman biasa naik pesawat lain, tapi ketika ada program ini kita berharap ini akan men-
trigger orang untuk datang ke Indonesia lebih banyak," ucap Yudhistira. Ia menilai, manfaat program tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisman, tetapi juga potensi memperluas dampak ekonomi dan sosial di daerah tujuan wisata. Yudhistira mencontohkan penyelenggaraan World Superbike (WSBK) di Mandalika. Menurut dia, ajang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.
"Tahun 2021 waktu WSBK pertama kali diadakan semua marshal-nya 100% asing. Tapi dua tahun kemudian marshal-nya 100% lokal dan bahkan sudah diimpor sampai ke GP di Sepang sampai ke GP di Jepang di Sirkuit Motegi Jepang," tutur Yudhistira. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak hanya berdampak pada jumlah wisatawan dan penonton, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas. "Sehingga kami melihat bahwa dengan adanya program ini kita sangat optimis peningkatan jumlah kunjungan bisa di-trigger untuk dapat mencapai target kami di tahun depan begitu," tutur Yudhistira. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News