KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk melalui lini bisnisnya melakukan kerjasama dengan PT Industri Nuklir Indonesia pada hari ini. Kerjasama itu merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN untuk saling mendukung industrinya. Sekedar informasi, kerjasama ini juga melibatkan PT Aero Jasa Kargo dan PT GMF Aeroasia selaku anak perusahaan Garuda Indonesia. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan langsung oleh Direktur Kargo dan Pengembagnan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal dan Direktur Administrasi Industri Nuklir Indonesia Lenggoneni. Garuda Indoneisa nantinya bakal memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditi Industri Nuklir Indonesia yakni radioisotop dan radiofarmaka. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal menjelaskan, saat ini hanya Garuda Indonesia yang memenuhi standar kualifikasi untuk pengiriman bahan berbahaya dari Kementerian Perhubungan dan IATA. "Orang yang mengangkut harus punya sertifikasi khusus untuk bahan radio aktif ini," katanya kepada Kontan.co.id.
Garuda Indonesia dapat kontrak pengiriman radio aktif ke Bangladesh
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk melalui lini bisnisnya melakukan kerjasama dengan PT Industri Nuklir Indonesia pada hari ini. Kerjasama itu merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN untuk saling mendukung industrinya. Sekedar informasi, kerjasama ini juga melibatkan PT Aero Jasa Kargo dan PT GMF Aeroasia selaku anak perusahaan Garuda Indonesia. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan langsung oleh Direktur Kargo dan Pengembagnan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal dan Direktur Administrasi Industri Nuklir Indonesia Lenggoneni. Garuda Indoneisa nantinya bakal memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditi Industri Nuklir Indonesia yakni radioisotop dan radiofarmaka. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal menjelaskan, saat ini hanya Garuda Indonesia yang memenuhi standar kualifikasi untuk pengiriman bahan berbahaya dari Kementerian Perhubungan dan IATA. "Orang yang mengangkut harus punya sertifikasi khusus untuk bahan radio aktif ini," katanya kepada Kontan.co.id.