Garuda Indonesia (GIAA) Gelar Rights Issue 124,35 Miliar Saham untuk Restrukturisasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bakal menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan HMETD alias rights issue sebanyak 124,35 miliar saham. 

Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut dari Rancangan Restrukturisasi Penyehatan GIAA untuk inbreng lahan PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). 

Sesuai Rancangan Restrukturisasi Penyehatan, inbreng lahan API merupakan tahap awal dari rangkaian penyehatan perusahaan.


Baca Juga: United Tractors (UNTR) Bakal Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun  

Setelah pelaksanaan inbreng lahan tersebut, saham GMFI yang dimiliki API akan dialihkan kepada InJourney dan selanjutnya kepada PT Danantara Asset Management (DAM) melalui pembagian dividen dalam bentuk selain uang atau dividend in specie.

Manajemen GIAA bilang, perusahaan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal sebesar Rp 25. 

“Harga pelaksanaan Rencana PMHMETD III akan ditetapkan dan diumumkan kemudian di dalam prospektus Rencana PMHMETD III,” tulis manajemen dalam prospektus tanggal 30 September 2026.

Rights issue ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan GIAA. Yaitu, perbaikan laporan laba rugi, optimalisasi pengelolaan aset yang dapat berdampak positif pada kegiatan operasional, perbaikan ekuitas tersendiri, pengembangan bisnis, dan pada akhirnya secara keseluruhan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Berdasarkan analisis dampak inbreng saham GMFI terhadap kinerja keuangan, ekuitas konsolidasi GIAA mengalami perbaikan menjadi negatif US$ 52,15 juta pada 30 Juni 2026 atas inbreng Saham GMFI ke Garuda Indonesia. 

Lebih lanjut, ekuitas tersendiri (standalone) GIAA mengalami perbaikan menjadi US$ 646,15 juta pada 30 Juni 2026.

Manajemen GIAA mengatakan, dana hasil rights issue ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk dua hal utama.

 
GIAA Chart by TradingView

Pertama, perolehan saham GMFI oleh GIAA yang dilakukan melalui penyertaan modal DAM pada perusahaan secara non-tunai (inbreng) diharapkan secara langsung dapat memperbaiki kondisi keuangan dan membantu menunjang kegiatan operasional.

Sisanya, akan digunakan oleh GIAA sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha dalam realisasi rencana transformasi, yang mana pada tahun 2026 difokuskan pada stabilisasi dan pemulihan ketahanan operasional.

“Mulai tahun 2027 dan seterusnya, Garuda Indonesia Group akan secara bertahap melakukan perbaikan struktural yang mencakup aspek sumber daya manusia, proses, dan kapabilitas digital,” tuturnya.

Dalam rights issue ini, DAM bermaksud untuk melaksanakan HMETD yang akan dimilikinya dengan melakukan Rencana Inbreng. 

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.910, Won Korea dan Baht Thailand Ikut Tertekan

Adapun pemegang HMETD lainnya dapat melaksanakan HMETD yang dimilikinya melalui penyetoran secara tunai sesuai dengan ketentuan PMHMETD III.

Terkait aksi korporasi ini, GIAA akan menyelenggarakan RUPSLB pada 6 November 2026 dan pengumuman hasil RUPSLB pada 10 November 2026.

“Jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan tanggal pernyataan efektif dari OJK adalah tidak lebih dari 12 bulan,” papar manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News