KONTAN.CO.ID – MAKKAH. General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, memastikan kesiapan maskapai dalam melayani proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Hal itu disampaikan Nano saat wawancara di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (22/5/2026). Sebagai informasi, jemaah haji gelombang I mulai dipulangkan ke Tanah Air pada, 1 Juni 2026 mendatang. Adapun Nano mengatakan, proses kedatangan jemaah haji ke Arab Saudi sejauh ini berjalan baik berkat koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kesiapan untuk fase pemulangan juga telah dimatangkan sejak dini. Baca Juga: Risiko Kredit Macet UMKM Tembus 4,62%, BI Soroti Perlambatan Pembiayaan “Kami sampaikan terima kasih karena proses kedatangan jemaah berjalan dengan baik. Ini tentu hasil koordinasi dan komunikasi yang baik dari seluruh pihak. Terkait pemulangan, kami sangat siap,” ujar Nano. Ia menyebut, Garuda Indonesia akan mulai melaksanakan pemulangan jemaah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam fase pemulangan ini, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang mencapai sekitar 21 persen dari total jemaah Indonesia tahun ini. “Pelayanan terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami memahami betul bahwa 21 persen jemaah adalah lansia, sehingga layanan mereka harus lebih ditingkatkan,” katanya. Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Garuda Indonesia menyiapkan dua unit layanan khusus bagi lansia, termasuk pendampingan bagasi agar jemaah tidak kerepotan selama proses keberangkatan di bandara. Nano menjelaskan, petugas nantinya akan membantu proses sweeping bagasi untuk lansia sehingga mereka tidak perlu membawa kabin bagasi sendiri saat bergerak dari pelataran bandara menuju area imigrasi. “Tujuannya agar lansia lebih nyaman dan tidak kelelahan selama proses di bandara,” jelasnya. Selain pelayanan, Garuda juga menaruh perhatian besar terhadap ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance. Menurut Nano, ketepatan waktu berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penerbangan. Karena itu, ia mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan bagasi yang telah ditetapkan. Untuk bagasi besar, maksimal berat yang diperbolehkan adalah 32 kilogram, sedangkan bagasi kabin dibatasi 7 kilogram ditambah satu tas paspor. Nano juga mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper, seperti air zamzam di bagasi besar maupun powerbank yang tidak sesuai ketentuan. “Kami berharap jangan sampai terjadi pembongkaran bagasi di lapangan karena adanya barang yang tidak diperbolehkan,” ujarnya. Garuda Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan juga telah mengatur pola keberangkatan jemaah menuju bandara agar tidak terjadi keterlambatan. Jemaah dijadwalkan bergerak lebih awal dari hotel untuk menghindari antrean panjang maupun keterlambatan proses imigrasi. “Kami memberikan spare waktu satu jam lebih awal agar proses di plaza dan imigrasi bisa berjalan lebih matang. Dengan begitu jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara maupun di bus,” katanya. Di akhir keterangannya, Nano mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan menjelang kepulangan ke Indonesia serta menjaga dokumen perjalanan dengan baik. “Kami berharap seluruh jemaah bisa pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Dokumen perjalanan juga harus dijaga karena itu menjadi modal utama untuk kembali ke Indonesia,” tandasnya.
Garuda Indonesia Siap Layani Pemulangan Jemaah Haji, Lansia Jadi Prioritas
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, memastikan kesiapan maskapai dalam melayani proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Hal itu disampaikan Nano saat wawancara di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (22/5/2026). Sebagai informasi, jemaah haji gelombang I mulai dipulangkan ke Tanah Air pada, 1 Juni 2026 mendatang. Adapun Nano mengatakan, proses kedatangan jemaah haji ke Arab Saudi sejauh ini berjalan baik berkat koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kesiapan untuk fase pemulangan juga telah dimatangkan sejak dini. Baca Juga: Risiko Kredit Macet UMKM Tembus 4,62%, BI Soroti Perlambatan Pembiayaan “Kami sampaikan terima kasih karena proses kedatangan jemaah berjalan dengan baik. Ini tentu hasil koordinasi dan komunikasi yang baik dari seluruh pihak. Terkait pemulangan, kami sangat siap,” ujar Nano. Ia menyebut, Garuda Indonesia akan mulai melaksanakan pemulangan jemaah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam fase pemulangan ini, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang mencapai sekitar 21 persen dari total jemaah Indonesia tahun ini. “Pelayanan terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami memahami betul bahwa 21 persen jemaah adalah lansia, sehingga layanan mereka harus lebih ditingkatkan,” katanya. Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Garuda Indonesia menyiapkan dua unit layanan khusus bagi lansia, termasuk pendampingan bagasi agar jemaah tidak kerepotan selama proses keberangkatan di bandara. Nano menjelaskan, petugas nantinya akan membantu proses sweeping bagasi untuk lansia sehingga mereka tidak perlu membawa kabin bagasi sendiri saat bergerak dari pelataran bandara menuju area imigrasi. “Tujuannya agar lansia lebih nyaman dan tidak kelelahan selama proses di bandara,” jelasnya. Selain pelayanan, Garuda juga menaruh perhatian besar terhadap ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance. Menurut Nano, ketepatan waktu berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penerbangan. Karena itu, ia mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan bagasi yang telah ditetapkan. Untuk bagasi besar, maksimal berat yang diperbolehkan adalah 32 kilogram, sedangkan bagasi kabin dibatasi 7 kilogram ditambah satu tas paspor. Nano juga mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper, seperti air zamzam di bagasi besar maupun powerbank yang tidak sesuai ketentuan. “Kami berharap jangan sampai terjadi pembongkaran bagasi di lapangan karena adanya barang yang tidak diperbolehkan,” ujarnya. Garuda Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan juga telah mengatur pola keberangkatan jemaah menuju bandara agar tidak terjadi keterlambatan. Jemaah dijadwalkan bergerak lebih awal dari hotel untuk menghindari antrean panjang maupun keterlambatan proses imigrasi. “Kami memberikan spare waktu satu jam lebih awal agar proses di plaza dan imigrasi bisa berjalan lebih matang. Dengan begitu jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara maupun di bus,” katanya. Di akhir keterangannya, Nano mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan menjelang kepulangan ke Indonesia serta menjaga dokumen perjalanan dengan baik. “Kami berharap seluruh jemaah bisa pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Dokumen perjalanan juga harus dijaga karena itu menjadi modal utama untuk kembali ke Indonesia,” tandasnya.