Garuda Indonesia Siapkan 15 Pesawat dan 1.085 Awak untuk Penerbangan Haji 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai nasional Garuda Indonesia menyiapkan total 1.085 awak pesawat untuk mendukung operasional penerbangan jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Layanan penerbangan haji dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026, dengan kesiapan armada dan kru yang disebut telah ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik bagi para calon jemaah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dalam keterangannya di Tangerang pada Rabu menjelaskan bahwa pengerahan personel dalam jumlah besar ini merupakan bentuk komitmen Garuda untuk memastikan kelancaran mobilisasi jemaah menuju Tanah Suci.


Baca Juga: Ekspor Mobil Toyota Meningkat 19% di Kuartal I-2026, Begini Alasannya

“Total kita kerahkan 15 pesawat. Krunya atau pilot ada 300 dan 700 cabin crew,” ujarnya.

Rincian kru dan personel Garuda Indonesia untuk Haji 2026

Dari total 1.085 personel yang diterjunkan, terdiri atas:

  • 354 awak kokpit
  • 731 awak kabin
  • 139 petugas darat haji yang akan bertugas memfasilitasi pergerakan jemaah di seluruh embarkasi
Personel ini akan mendukung operasional penerbangan dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.

15 Pesawat wide-body untuk 102.000 jemaah Haji Indonesia

Sebanyak 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) disiapkan untuk mengangkut lebih dari 102.000 jemaah, yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter). Armada tersebut terdiri atas:

  • 6 Boeing 777-300ER
  • 6 Airbus A330-300
  • 3 Airbus A330-900neo
Dari total pesawat tersebut, 8 merupakan milik Garuda, sedangkan 7 lainnya adalah pesawat sewa.

Seluruh armada disebut berada dalam kondisi prima berkat penerapan Aircraft Health Program dan telah memenuhi sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi, yang menjadi syarat utama operasional haji.

Jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah Haji 2026

Pemberangkatan jemaah dilakukan bertahap antara 21 April–21 Mei 2026, dengan dua fase kedatangan:

  • 21 April–6 Mei: Penerbangan menuju Madinah
  • 7–21 Mei: Penerbangan menuju Jeddah
Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1–30 Juni 2026.

Penerbangan perdana akan dimulai dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa, 21 April pukul 23.40 WIB, melalui nomor penerbangan GA 6501 menggunakan pesawat Airbus A330-300.

Baca Juga: Siklus Percepat Ekspansi B2B Lewat IoT, Bidik Efisiensi dan Pasar US$ 1,75 Miliar

Fokus pada keselamatan dan layanan jemaah lansia

Glenny menegaskan bahwa kesiapan operasional tahun ini menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), terutama karena proporsi jemaah lansia meningkat.

Sekitar 18 persen dari total jemaah—sekitar 18 ribu orang—merupakan jemaah lansia, ditambah jemaah berkebutuhan khusus.

“Layanan haji tahun ini tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” kata Glenny.

Fasilitas penunjang bagi jemaah Haji

Dalam rangka peningkatan layanan, Garuda Indonesia menyediakan berbagai fasilitas penunjang di embarkasi maupun bandara tujuan, antara lain:

  • Kursi roda (wheelchair) di seluruh embarkasi
  • Ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo
  • Bus jemaah dengan fasilitas toilet
  • Penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi
  • Penanganan bagasi khusus jemaah
  • Buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah
Dengan berbagai persiapan tersebut, Garuda Indonesia berharap penyelenggaraan penerbangan haji 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang membutuhkan layanan tambahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News