KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (
GIAA) memastikan kesiapan operasional penerbangan haji 2026 dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, keandalan armada, serta penguatan layanan inklusif, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia). Maskapai pelat merah ini akan memulai penerbangan perdana haji pada 21 April 2026 melalui embarkasi Yogyakarta menuju Madinah. Secara keseluruhan, Garuda menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewa, meliputi Boeing 777-300ER serta Airbus A330 series. Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan kepercayaan pemerintah untuk kembali mengangkut jemaah haji menjadi mandat yang dijalankan dengan penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Perusahaan Migas Justru Fokus Kejar Produksi Ketimbang Eksplorasi “Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia. Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end , dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujar Glenny dalam rilis, Rabu (15/4/2026). Tahun ini, Garuda akan melayani sekitar 102.502 jemaah yang tergabung dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi di Indonesia. Adapun proporsi jemaah lansia mencapai sekitar 18 ribu orang atau 18% dari total penumpang, sehingga menjadi fokus utama dalam peningkatan layanan. “Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jemaah selama penerbangan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” lanjut Glenny. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung layanan tersebut, antara lain kursi roda di embarkasi, ambulift di beberapa bandara, bus dengan toilet, layanan bagasi khusus, hingga
buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz, Arab Saudi. Selain itu, selama penerbangan jemaah akan mendapatkan dua kali makanan utama dan satu kali snack. Dari sisi sumber daya manusia, Garuda menyiagakan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari awak kabin dan kokpit, serta 139 petugas darat untuk mendukung kelancaran operasional haji tahun ini. Pemberangkatan jemaah akan berlangsung bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, sementara fase pemulangan dijadwalkan pada 1–30 Juni 2026.
Baca Juga: Kemendag Tetapkan HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Turun 4% di Bulan April 2026 Glenny menambahkan, keberhasilan operasional haji sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak, mulai dari regulator hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group. “Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo. Sinergi ini menjadi fondasi utama kami dalam memastikan mandat besar negara ini dapat dijalankan secara optimal,” tutup Glenny. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News