Garuda ingin restrukturisasi utang, Pertamina pastikan skema win-win solution diambil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memastikan proses restrukturisasi piutang sejumlah maskapai masih berlangsung.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman bilang  hingga saat ini prosesnya berlangsung baik untuk Garuda Indonesia dan maskapai lainnya. "Proses restrukturisasi masih berjalan dengan skema win-win solution," ungkap Fajriyah kepada Kontan.co.id, Selasa (22/12).

Kendati demikian,Fajriyah masih enggan merinci besaran piutang yang bakal direstrukturisasi. Yang terang, ia memastikan maskapai lainnya juga turut meminta restrukturisasi. Hingga saat ini, volume penyaluran avtur Pertamina tercatat mencapai sekitar 8.000 kilo liter per hari.


Mengutip pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah melakukan negosiasi restrukturisasi tagihan dengan PT Pertamina (Persero). "Kita sedang terus mendiskusikan restrukturisasi dengan Pertamina bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada kontan.co.id, Jumat (18/12).

Baca Juga: BPH Migas turunkan kuota premium Pertamina menjadi 10 juta kiloliter di tahun 2021

Seperti diketahui, mengacu laporan keuangan per 30 September 2020, nilai utang usaha GIAA ke Pertamina mencapai US$ 532,05 juta atau Rp 7,56 triliun (kurs Rp 14.200 per dolar AS).

Irfan belum membeberkan secara detail berapa total nilai tagihan yang akan direstrukturisasi. Akan tetapi, diperkirakan pembahasan itu selesai dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan bisa di akhir tahun ini," kata Irfan.

Sementara itu, merujuk laporan keuangan semester I 2020 PT Pertamina, tercatat memiliki piutang usaha  dengan pihak berelasi mencapai US$ 1,49 miliar. Adapun, dalam laporan keuangan tahunan 2019 piutang usaha Pertamina mencapai US$ 1,55 miliar.

Jika dirinci, piutang usaha berdasarkan pelanggan, Pertamina memiliki piutang usaha di PT Garuda Indonesia Tbk dan entitas anak mencapai US$ 408,22 juta. Sementara itu, dari maskapai lain yakni PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) mencapai US$ 11,95 juta. Selain itu, sepanjang 2019 lalu penjualan avtur dan avigas Pertamina tercatat mencapai US$ 3,40 miliar.

Selanjutnya: Pertamina Patra Niaga klaim stok BBM dan LPG akan aman selama libur Nataru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .