KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (
GMFI) memperluas bisnis
maintenance, repair, overhaul (MRO) di kawasan Asia Pasifik. Ekspansi dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan sejumlah pelaku industri penerbangan sekaligus penambahan proyek perawatan pesawat. Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, penguatan kerja sama dengan mitra regional menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas basis pelanggan dan mengoptimalkan utilisasi fasilitas serta tenaga ahli yang dimiliki. “Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Digital, Peruri Dorong Pengembangan Teknologi Chip Penguatan bisnis tersebut dikukuhkan GMFI dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 yang berlangsung di Singapore EXPO pada 23–24 September 2026. Salah satu kerja sama yang diperkuat GMFI adalah dengan FTAI Aviation Ltd. (FTAI), perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang penyediaan mesin pesawat. Kedua perusahaan mengembangkan kemitraan jangka panjang untuk bisnis perawatan
engine dan APU di Asia Pasifik. Pada tahap awal, kerja sama mencakup mesin CFM56-5B dan CFM56-7B serta APU seri GTCP131-9. GMFI juga mendapatkan jaminan alokasi kapasitas dari FTAI untuk lima tahun ke depan. Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan bisnis yang telah berjalan, di mana GMFI menyediakan layanan perawatan mesin bagi FTAI. Ke depan, kedua pihak akan mengeksplorasi pengembangan kapabilitas
module dan piece-part, termasuk peluang layanan untuk mesin generasi berikutnya seperti CFM LEAP. Selain bisnis mesin pesawat, GMFI mulai menjajaki pengembangan layanan untuk segmen
advanced air mobility (AAM). Perseroan menandatangani nota kesepahaman dengan PT VELA Prima Nusantara untuk mengeksplorasi pengembangan GMFI sebagai MRO Approved Facility bagi Vela Alpha. Baca Juga: Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Bidik Kinerja Lebih Baik hingga Akhir 2026 Vela Alpha merupakan pesawat AAM yang menggunakan teknologi
electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan hybrid Vertical Take-Off and Landing (hVTOL). Eksplorasi kerja sama mencakup kesiapan fasilitas, kompetensi teknis, serta dukungan pengembangan dan sertifikasi. GMFI juga menjajaki peluang pengembangan
Parts Manufacturer Approval (PMA) bersama AerOne Techniques Pte Ltd. Kolaborasi tersebut mencakup eksplorasi pengembangan dan produksi komponen pesawat yang berpotensi memperluas pilihan parts bagi maskapai dan operator. Sementara itu, kerja sama dengan PDQ Aerospares diarahkan untuk memperkuat perdagangan
trading material pesawat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan aftermarketGMFI. Di sisi proyek perawatan pesawat, GMFI juga mengukuhkan sejumlah kerja sama dengan pelanggan di kawasan Asia Pasifik. Proyek tersebut antara lain mencakup perawatan Airbus A320 milik Thai VietJet serta perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 milik Cebu Pacific untuk periode 2027–2028. GMFI juga mendapatkan proyek perawatan pesawat ATR dari Cebu Pacific dan Air Navigator. Selain itu, perseroan akan menangani perawatan Boeing B747-400 milik AirZeta untuk periode 2027–2030. Perseroan juga memperoleh kerja sama dengan Japan Airlines untuk penyediaan layanan
line maintenance dan ground handling di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Andi mengatakan, Asia Pasifik menjadi salah satu pasar yang terus berkembang bagi industri MRO. Karena itu, GMFI akan terus memperkuat kapabilitas sekaligus memperluas jaringan kemitraan di kawasan tersebut. “Kami melihat Asia Pasifik sebagai pasar yang terus berkembang dan ingin memastikan GMF tumbuh bersama kebutuhan tersebut,” kata Andi. Menurut dia, pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO serta rekam jejak melayani pelanggan di Asia Pasifik menjadi modal perseroan untuk memperluas bisnis regional.
GMFI akan mengembangkan layanan di berbagai lini, mulai dari
airframe, engine, component, line maintenance, cabin services, hingga engineering services. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan melalui optimalisasi fasilitas dan tenaga ahli sekaligus memperluas basis pelanggan GMFI di kawasan Asia Pasifik. “Ke depan, kami akan terus memperkuat peran GMF sebagai mitra MRO regional yang mampu memberikan solusi terintegrasi, kompetitif, fleksibel, dan relevan bagi pelanggan di kawasan,” pungkas Andi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News