KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Metalindo Tbk (
BOLT) terus berupaya meningkatkan kontribusi pasar ekspor di sepanjang 2026. Hingga paruh pertama lalu, pertumbuhan BOLT terpantau positif dengan kenaikan dua digit secara tahunan (yoy). Direktur Garuda Metalindo Anthony Wijaya menyatakan penjualan ekspor BOLT berhasil tumbuh 21,7% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal II-2026 dan 10,5% yoy pada semester I-2026. Pertumbuhan pada periode tersebut terutama didorong oleh tambahan permintaan dari India akibat kendala yang dihadapi salah satu kompetitor lokal di India.
“Hal ini tidak hanya meningkatkan penjualan BOLT, tetapi juga menunjukkan bahwa kualitas dan
reliability produk BOLT telah mendapatkan kepercayaan konsumen di India,” ungkap Anthony, kepada Kontan.co.id, pada Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Lion Group Batalkan Ratusan Penerbangan Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau Anthony tidak menyebut secara detail berapa tepatnya target kinerja pasar ekspor di sepanjang tahun ini. Dia hanya bilang, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek ekspor hingga akhir tahun. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor ke depan, Perusahaan tetap terbuka peluang perluasan penjualan ekspor di pasar India. Secara keseluruhan, BOLT melihat prospek semester II tetap positif. Hal ini didukung oleh aktivitas produksi dan permintaan pelanggan yang meningkat. Secara historis, produksi kendaraan cenderung meningkat pada semester II, yang diharapkan turut mendorong permintaan komponen. Selain itu, realisasi produksi Perseroan beberapa kali berada di atas
forecast internal. “Pertumbuhan ekspor juga menjadi indikator positif, dengan data Gaikindo menunjukkan ekspor komponen pada 7M26 meningkat 44,8% YoY, mencerminkan potensi pasar ekspor yang semakin besar dan dapat mendukung pertumbuhan Perseroan ke depan,” ucapnya.
Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Pertahankan Target Pertumbuhan Pendapatan 5%-10% pada 2026 Dari sisi
capital expenditure (Capex), Garuda Metalindo menyiapkan alokasi
sekitar Rp 60 miliar
capex pada 2026. Sebagian besar atau 75% dana
capex tahun ini dialokasikan untuk pengembangan teknologi dan peningkatan efisiensi. Hingga semester pertama, serapan
capex telah mencapai Rp26,5 miliar atau 44% dari total anggaran yang telah direalisasikan. “Jika diperinci,
capex digunakan untuk digitalisasi,
automation, engineering improvement, fasilitas laboratorium serta peningkatan efisiensi proses dan kompetensi tenaga kerja,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News