KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (
GOOD) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sepanjang 2026.
Manajemen menilai prospek usaha tahun ini tetap positif seiring dukungan kondisi makro ekonomi nasional yang kuat, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5%–5,4% yang ditopang konsumsi domestik. Direktur Garudafood Putra Putri Jaya, Fransiskus Johny Soegiarto mengatakan, fokus utama perusahaan tahun ini adalah mengoptimalkan bisnis yang sudah berjalan, memperkuat fondasi, dan bertumbuh secara terukur.
Baca Juga: Indonesia Dinilai Jadi Andalan Pasokan Pupuk Global di Tengah Gejolak Geopolitik Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah ekspansi kapasitas produksi, terutama melalui pembangunan pabrik keju di bawah anak usaha PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) untuk mendukung pertumbuhan produk Prochiz. Menurut Johny, produk keju masih menjadi salah satu segmen yang memiliki prospek besar dan dapat menopang kinerja bisnis ke depan. Selain itu, GOOD juga terus melakukan inovasi produk berkelanjutan melalui peluncuran produk-produk baru yang selaras dengan tren dan selera konsumen. “Kedua, melakukan inovasi produk berkelanjutan dengan meluncurkan produk-produk baru yang selaras dengan tren, kebutuhan, dan selera konsumen,” ungkap Fransiskus, belum lama ini.
Baca Juga: Alasan Pertamina Belum Kerek Harga BBM 1 Mei Meski SPBU Swasta Naikkan Tarif Diesel Di sisi distribusi, Garudafood memperkuat penetrasi pasar domestik hingga ke retail terkecil. Pihaknya terus melakukan ekspansi go to market untuk menjangkau outlet-outlet yang berkembang, termasuk retail yang mulai bertransformasi ke format modern. Tak hanya pasar domestik, GOOD juga tetap selektif melakukan ekspansi pasar internasional dengan fokus utama di kawasan ASEAN dan China. Fransiskus menambahkan, pertumbuhan sektor
fast moving consumer goods (FMCG) di kanal digital juga menjadi perhatian utama. Untuk itu, perusahaan terus membangun ekosistem digital melalui platform B2B yang memungkinkan pelanggan retail melakukan pemesanan secara online. Meski agresif berekspansi, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak akan melakukan ekspansi tanpa perhitungan matang. Setiap langkah bisnis dilakukan secara selektif dengan berbasis data dan mempertimbangkan tren pasar secara menyeluruh. “Jadi fokus kami di 2026 adalah tetap mengoptimalkan yang sudah ada, memperkuat fondasi, dan bertumbuh secara terukur,” tuturnya.
Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pengerjaan Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi Sejalan dengan sejumlah agenda ekspansi tahun ini, GOOD menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada tingkat dua digit di 2026. Langkah ini mencerminkan optimisme terhadap keberlanjutan kinerja usaha. Mengutip laporan keuangan, perusahaan tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3,52 triliun per kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 12,52% dibandingkan Rp 3,13 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara laba bersih perusahaan terpantau meraup laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 139,68 miliar, naik tipis dari laba bersih pada posisi sebelumnya senilai Rp 138,44 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News