Gas alam sentuh level tertinggi bulan ini



JAKARTA. Lambungan harga gas alam kian tinggi. Perkiraan cuaca yang semakin dingin jadi pendongkrak utama harga gas alam.

Mengutip Bloomberg, Selasa (22/11) pukul 17.56 WIB harga gas alam kontrak pengiriman Desember 2016 di New York Mercantile Exchange melambung 0,47% di level US$ 2,96 per mmbtu dibanding hari sebelumnya.

Perkiraan cuaca yang dirilis oleh Commodity Weather Group LLC bahwa suhu udara akan turun ke bawah level normal di mayoritas wilayah AS bagian Barat sepanjang 1 - 5 Desember 2016 mendatang. Sementara di daerah Minneapolis, suhu hanya minus 12 derajat celcius atau 6 derajat di bawah level rata-rata.


“Secara fundamental harga gas alam masih kuat dan kita masih punya beberapa hari mendatang dengan suhu yang masih dingin,” ujar Bob Yawger, Director of The Futures Division at Mizuho Securities USA Inc di New York seperti dikutip dari Bloomberg.

Selama suhu udara diperkirakan masih akan dingin, maka permintaan diprediksi akan terus menanjak. Pasalnya, kini pasar berharap dengan rendahnya suhu udara maka kebutuhan akan penghangat ruangan meningkat dan tentunya itu bisa memicu tergerusnya pasokan gas alam yang terhitung meluber. Jika nantinya terjadi keseimbangan pasar antara permintaan dan pasokan bukan tidak mungkin harga gas alam terus melaju kencang.

Perlu diingat bahwa saat ini harga gas alam sudah berada di level tertingginya sejak 31 Oktober 2016 lalu. Kans kenaikan masih terus terbuka terutama mengingat kenaikan harga minyak mentah dunia yang masih terus berlangsung. Tentunya ini bisa mengangkat harga gas alam sebagai sesama komoditas energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie