KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kekayaan para taipan terkaya India tetap bertahan di tengah tekanan pasar saham dan pelemahan mata uang rupee sepanjang tahun ini. Secara kolektif, total kekayaan mereka mencapai sekitar US$ 1 triliun, atau relatif tidak berubah dibandingkan periode pengukuran sebelumnya. Perubahan posisi terjadi di jajaran teratas. Taipan infrastruktur sekaligus Chairman Adani Group, Gautam Adani, kembali menduduki posisi pertama setelah tiga tahun berada di peringkat kedua. Mengutip daftar orang terkaya India, kekayaan Adani bersama keluarganya meningkat US$ 20,7 miliar menjadi US$ 112,7 miliar. Kenaikan tersebut menjadikannya taipan dengan pertambahan kekayaan terbesar secara nominal dolar AS.
Adani Group tengah menjalankan ekspansi besar-besaran, termasuk rencana investasi hingga US$ 100 miliar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, kekayaan keluarga Adani masih berada di bawah level tertingginya yang mencapai sekitar US$ 150 miliar pada 2022.
Baca Juga: BOJ Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Inflasi Jadi Perhatian Mukesh Ambani Turun ke Posisi Kedua
Sementara itu, Chairman sekaligus Managing Director Reliance Industries, Mukesh Ambani, turun ke posisi kedua. Kekayaannya tercatat sebesar US$ 86,3 miliar, turun US$ 18,7 miliar dibandingkan pengukuran sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi ketika tekanan margin, termasuk pada bisnis ritel, membebani saham Reliance Industries. Ambani juga tengah mempersiapkan aksi korporasi besar melalui rencana pencatatan saham Jio Platforms, perusahaan operator telekomunikasi milik Reliance. Jio Platforms telah memperoleh persetujuan regulator untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). IPO tersebut berpotensi menghimpun dana hingga US$ 3,8 miliar dan berpeluang menjadi penawaran saham perdana terbesar di India hingga saat ini.
Savitri Jindal Bertahan di Posisi Ketiga
Savitri Jindal, perempuan terkaya di India sekaligus matriark keluarga pemilik O.P. Jindal Group yang bergerak di sektor baja hingga pembangkit listrik, mempertahankan posisi ketiga. Namun, kekayaannya sedikit mengalami penurunan menjadi US$ 39,8 miliar. Di sisi lain, taipan baja Lakshmi Mittal mencatat kenaikan kekayaan terbesar secara persentase. Mittal melonjak delapan peringkat ke posisi keempat setelah kekayaannya meningkat 74% menjadi US$ 34,7 miliar. Mittal juga memperluas portofolionya ke sektor olahraga. Pada Mei lalu, ia bersama Adar Poonawalla, putra miliarder vaksin Cyrus Poonawalla, mengakuisisi Rajasthan Royals. Transaksi tersebut memberikan valuasi sekitar US$ 1,65 miliar terhadap tim kriket yang berlaga di Indian Premier League (IPL).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Nomor 2 Tercepat di G20, Ungguli China dan AS Kekayaan Taipan Teknologi India Tertekan AI
Meski total kekayaan kelompok taipan India relatif stabil, lebih dari separuh nama dalam daftar justru mengalami penurunan kekayaan. Salah satu sektor yang menghadapi tekanan adalah industri jasa perangkat lunak India. Perkembangan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan bagi perusahaan teknologi dan turut memengaruhi kekayaan sejumlah taipan di sektor tersebut. Kekayaan Shiv Nadar, Chairman Emeritus HCL Technologies, Azim Premji, Founder Chairman Wipro, serta N.R. Narayana Murthy, salah satu pendiri Infosys, semuanya mengalami penurunan. Dua pendiri Infosys lainnya, yakni Chairman Nandan Nilekani dan mantan Vice Chairman Senapathy Gopalakrishnan, juga termasuk dalam 11 nama yang tahun ini keluar dari daftar.
Empat Pendatang Baru
Daftar tahun ini juga mencatat empat pendatang baru. Pertama, Krishna Chivukula, 79 tahun, yang masuk setelah perusahaan precision engineering miliknya yang berbasis di Bangalore, Indo-MIM, melantai di bursa pada Juli. Kedua, saudara Kushal dan Chaitanya Desai. Keduanya berbagi kekayaan sekitar US$ 4,25 miliar dan debut di posisi ke-69 setelah saham perusahaan kabel mereka, Apar Industries, hampir berlipat ganda dalam setahun. Ketiga, Aditya Khemka yang menempati posisi ke-83 dengan kekayaan keluarga sebesar US$ 3,6 miliar. Kekayaannya terdorong kenaikan saham Aditya Infotech, perusahaan yang memproduksi peralatan keamanan dan pengawasan dan telah melantai di bursa pada 2025.
Baca Juga: Bursa Asia Tertekan Usai September Berat Kamis (1/10), Yield Obligasi AS Jadi Sorotan Keempat, Bhikhabhai, Chandubhai, dan Kanjibhai Virani, bersaudara sekaligus pemilik Balaji Wafers. Mereka masuk dalam daftar setelah menjual sebagian saham perusahaan makanan ringan tersebut pada Januari kepada perusahaan private equity asal Amerika Serikat, General Atlantic.
Anil Agarwal Kembali Masuk Daftar
Sementara itu, salah satu dari tujuh nama yang kembali masuk daftar tahun ini adalah Anil Agarwal. Pada Juni, Agarwal membuka potensi nilai lebih besar dari bisnis pertambangan dan logam andalannya, Vedanta, dengan memecah perusahaan tersebut menjadi lima entitas yang tercatat di bursa. Ambang batas minimum kekayaan untuk masuk dalam daftar orang terkaya India juga mengalami penurunan. Tahun ini, seseorang harus memiliki kekayaan setidaknya US$ 3 miliar, turun dari US$ 3,2 miliar pada tahun sebelumnya.