KONTAN.CO.ID - Saham Gazprom, perusahaan energi raksasa milik pemerintah Rusia, mengalami tekanan besar setelah berbagai tantangan menghantam bisnis gas dan minyak perusahaan. Mengutip
Reuters, harga saham Gazprom turun ke bawah level 100 rubel untuk pertama kalinya sejak 2009. Berdasarkan data Moscow Exchange, saham Gazprom sempat menyentuh 99,9 rubel dalam perdagangan Senin (22/6). Harga tersebut menjadi level terendah perusahaan dalam sekitar 16 tahun terakhir.
Tekanan tersebut membuat valuasi pasar Gazprom turun jauh dibandingkan dengan target ambisius yang pernah disampaikan manajemen perusahaan. Nilai pasar Gazprom saat ini berada di sekitar 2,38 triliun rubel atau US$32,15 miliar. Angka tersebut jauh dari ambisi perusahaan yang pada tahun 2008 pernah menargetkan valuasi mencapai US$1 triliun.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa Mengapa Saham Gazprom Turun?
Salah satu pukulan terbesar datang dari hilangnya pasar Eropa setelah banyak negara kawasan tersebut mengurangi ketergantungan terhadap energi Rusia akibat konflik Rusia-Ukraina. Sebelum konflik, Eropa merupakan salah satu pasar terbesar bagi ekspor gas Gazprom. Perubahan kebijakan energi Eropa membuat perusahaan harus mencari sumber pertumbuhan baru untuk menggantikan permintaan yang hilang. Selain itu, sentimen terhadap saham Gazprom ikut ditekan oleh penurunan harga minyak dunia setelah adanya perkembangan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Investor juga memperhatikan ketidakpastian kerja sama energi Rusia dengan China. Hingga saat ini, Gazprom belum berhasil mendapatkan kesepakatan gas baru yang dianggap penting untuk memperkuat ekspor ke pasar Asia.
Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX Tantangan Investasi Gazprom
Analis menilai serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak Moskow yang dimiliki Gazprom Neft, unit bisnis minyak Gazprom, ikut memperburuk sentimen investor.
Selain itu, Gazprom tidak membagikan dividen dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik saham perusahaan bagi investor yang mencari pendapatan rutin dari pembagian keuntungan. Dalam 12 bulan terakhir, saham Gazprom telah kehilangan sekitar seperlima nilainya. Penurunan tersebut menunjukkan bagaimana perubahan geopolitik dapat berdampak besar terhadap valuasi perusahaan energi, terutama perusahaan yang sangat bergantung pada pasar ekspor.
Baca Juga: 2 Emiten Ini Dukung Penyiaran Piala Dunia 2026, Cek Profil Saham WIFI dan IRSX