KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatatkan hasil pendapatan yang positif. Sepanjang tahun 2025, GBK berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp 812 miliar. Perolehan pendapatan tersebut menjadi hasil yang paling tinggi dalam kurun waktu 63 tahun pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi menjelaskan pendapatan sebesar Rp 812 miliar pada tahun 2025, berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian pendapatan ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 566 miliar.
Baca Juga: Penjualan Erajaya (ERAA) Naik 40,9% di Kuartal I, Didominasi Segmen Ponsel & Tablet Hendry menyebutkan bahwa capaian tersebut semakin memperkuat momentum optimalisasi aset negara, termasuk melalui penataan Blok 15 yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat. Capaian tersebut juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode pasca pandemi Covid 19. "Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” ujar Hendry dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026). Hasil pendapatan Rp 812 miliar, merupakan hasil dari penggunaan seluruh venue yang berada di kawasan GBK. Venue tersebut ialah Istora, Tennis Indoor, Indonesia Arena, Lapangan Bola ABC, JICC hingga kontribusi mitra BOT KSO yang ada di kawasan GBK. Lebih lanjut, pendapatan tahun 2025 kemarin telah melampaui target pendapatan GBK yang hanya Rp 503 miliar. Artinya, pendapatan GBK meningkat sekitar 161% selama tahun 2025. Kemudian, Hendry menjelaskan bahwa kawasan GBK terus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, serta agenda publik berskala nasional dan internasional sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Mulai Berdampak pada Marketing Sales Properti Komersial Sementara itu, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo mengatakan bahwa capaian pendapatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran GBK, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan dan masyarakat.
"Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” kata Rakhmadi. PPKGBK, kata Rakhmadi, ke depan berharap berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15. PPKGBK memandang penataan Blok 15 sebagai bagian penting dari agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK. Proses ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, serta aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News