Jakarta. Poundsterling unjuk gigi di hadapan USD meski data ekonomi Inggris masih di bawah prediksi. Mengutip Bloomberg, Jumat (4/3) pasangan GBP/USD menanjak 0,36% ke level 1,4229 dibanding sehari sebelumnya. Wahyu Tri Wibowo, analis PT Central Capital Futures mengatakan, pasangan GBP/USD terus menguat setelah sehari sebelumnya sempat anjlok. "Sentimen market mulai membaik setelah China memangkas rasio cadangan wajib sehingga positif untuk GBP," ungkapnya. Namun, data ekonomi Inggris yang belum menunjukkan perbaikan hingga adanya isu brexit dapat menjadi ancaman bagi pergerakan GBP di depan USD. "Tiga data penting untuk GDP manufacturing PMI, construction PMI, dan service PMI Inggris yang dirilis pekan ini lebih buruk dari dugaan," imbuh Wahyu.
GBP/USD diramal menguat awal pekan ini
Jakarta. Poundsterling unjuk gigi di hadapan USD meski data ekonomi Inggris masih di bawah prediksi. Mengutip Bloomberg, Jumat (4/3) pasangan GBP/USD menanjak 0,36% ke level 1,4229 dibanding sehari sebelumnya. Wahyu Tri Wibowo, analis PT Central Capital Futures mengatakan, pasangan GBP/USD terus menguat setelah sehari sebelumnya sempat anjlok. "Sentimen market mulai membaik setelah China memangkas rasio cadangan wajib sehingga positif untuk GBP," ungkapnya. Namun, data ekonomi Inggris yang belum menunjukkan perbaikan hingga adanya isu brexit dapat menjadi ancaman bagi pergerakan GBP di depan USD. "Tiga data penting untuk GDP manufacturing PMI, construction PMI, dan service PMI Inggris yang dirilis pekan ini lebih buruk dari dugaan," imbuh Wahyu.