JAKARTA. General Electric (GE) bertekad menambah portofolio dari proyek infrastruktur di Indonesia. Utamanya dari megaproyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang digelar dalam kurun waktu 2015-2019. Saat ini GE tengah mengikuti beberapa tender pengadaan. Chief Executive Officer (CEO) General Electric (GE) Handry Satriago menyatakan, saat ini GE memiliki semua teknologi pembangkit setrum. Karena itu kini perusahaan ini mengklaim mengikuti semua jenis tender yang tengah dilelang oleh kontraktor setrum. Tahun lalu, GE mengakuisisi Alstom sehingga melengkapi fasilitas produksi mulai dari turbin, boiler, hingga teknologi energi terbarukan (renewable energy). "Kami berani menyatakan bahwa 30% dari pembangkit yang sudah terealisasi menggunakan teknologi GE. Itu adalah gabungan dari teknologi GE dan Alstom," kata dia, Kamis (12/5).
GE bidik kebutuhan proyek kelistrikan
JAKARTA. General Electric (GE) bertekad menambah portofolio dari proyek infrastruktur di Indonesia. Utamanya dari megaproyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang digelar dalam kurun waktu 2015-2019. Saat ini GE tengah mengikuti beberapa tender pengadaan. Chief Executive Officer (CEO) General Electric (GE) Handry Satriago menyatakan, saat ini GE memiliki semua teknologi pembangkit setrum. Karena itu kini perusahaan ini mengklaim mengikuti semua jenis tender yang tengah dilelang oleh kontraktor setrum. Tahun lalu, GE mengakuisisi Alstom sehingga melengkapi fasilitas produksi mulai dari turbin, boiler, hingga teknologi energi terbarukan (renewable energy). "Kami berani menyatakan bahwa 30% dari pembangkit yang sudah terealisasi menggunakan teknologi GE. Itu adalah gabungan dari teknologi GE dan Alstom," kata dia, Kamis (12/5).