GE memenangi kontrak senilai US$ 2,6 miliar



NEW DELHI. General Electric Co. (GE) memenangi kontrak untuk memproduksi lokomotif diesel dari Pemerintah India. Total nilai kontrak mencapai US$ 2,6 miliar. Sejak tahun lalu, India memang berkeinginan memodernisasi jaringan transportasi kereta.

Selain memproduksi lokomotif untuk India. General Electric juga akan menginvestasikan dana sebesar US$ 200 juta untuk membangun pabrik di utara Bihar. Pabrik ini adalah hasil patungan dengan India Railways. Dengan pembangunan pabrik tersebut, GE berharap bisa menghasilkan 1.000 lokomotif diesel dalam 11 tahun ke depan.

Wall Street Journal melaporkan, General Electric akan memegang 74% saham di perusahaan patungan tersebut, sementara sisanya 26% dimiliki perusahaan India. Rincian kontrak diharapkan bisa kelar segera.


Jammie Miller, CEO GE Transportation menargetkan, penyerahan unit lokomotif pertama bisa dilakukan pada kuartal II 2017. Kementerian Kereta Api India menyebut pabrik baru tersebut akan memasok lokomotif dengan kekuatan mesin 4.500 tenga kuda dan 6.000 tenaga kuda.

Proyek ini adalah salah satu upaya Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk memacu manufaktur domestik dan meningkatkan investasi. "Investasi dalam infrastruktur kereta api telah menjadi topik lama di India," ujar Miller seperti dikutip Bloomberg. Dia menambahkan, kesepakatan baru tersebut akan mendorong perekonomian India.

Kesepakatan tersebut juga dianggap sebagai sebuah kemajuan dan membuat Pemerintah India memiliki kekuatan industri. Sejak tahun lalu, India memang telah gencar membuka investasi asing untuk proyek kereta api.

"Proyek infrastruktur ini menjadi bukti lebih lanjut India menjadi mesin pertumbuhan untuk Asia," kata Chairman General Electric, Jeff Immelt dalam sebuah pernyataan yang dikutip Wall Street Journal.

Produksi pertama adalah jenis lokomotif untuk mengangkut barang seperti batubara. Selanjutnya, pabrik yang didirikan perusahaan patungan tersebut akan memproduksi lokomotif diesel untuk kereta penumpang.

GE juga akan memproduksi lokomotif untuk Afrika Selatan sebanyak 233 unit. Hingga kuartal III tahun ini, pendapatan GE mencapai US$ 19,9 miliar, meningkat 8% dibanding periode sama tahun lalu.