Geber Ekonomi Saat Puasa dan Lebaran, Pemerintah dan Peritel Gelar Program Belanja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bersama pebisnis ritel kembali bergandeng tangan mengungkit ekonomi nasional selama momentum Ramadan dan Lebaran 2026. 

Upaya ini diwujudkan dengan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang akan dilaksanakan selama 25 hari, yakni pada 6-30 Maret 2026.

Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati menjelaskan, BINA Lebaran akan menawarkan promosi yang beragam, baik di pusat perbelanjaan maupun toko ritel lainnya. Program ini akan diikuti oleh 800 jenama (brand), sekitar 80 gerai, serta lebih dari 400 anggota mal di seluruh Indonesia.


"Wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Setiap ada pergerakan wisatawan pasti ada aktivitas makan dan belanja. Maka, mal dan tenant ritel adalah bagian dari destinasi urban tourism," kata Fetty dalam konferensi pers BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Sambut Ramadan–Lebaran, Depo Bangunan Optimistis Dongkrak Penjualan Kuartal I-2026

Fetty mengatakan, target total transaksi pada BINA Lebaran 2026 ialah sebesar Rp 53,38 triliun.

Analis Kebijakan Ahli Madya yang mewakili Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Darwin Tonggotua Siahaan mengatakan, program BINA yang digagas sejak 2024 lalu memiliki dampak signifikan ke perekonomian Tanah Air.

"Terutama, melalui peningkatan pendapatan domestik dengan mempromosikan belanja di dalam negeri, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara," katanya dalam kesempatan yang sama.

Upaya mendongkrak ekonomi dengan memanfaatkan momentum Hari Raya bukan langkah yang tanpa tantangan.

Pemerintah dan para pelaku usaha tak memungkiri adanya fenomena rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) yang menjamur di masyarakat.

Namun begitu, Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sekaligus General Manager Mal Kota Kasablanka, Agung Gunawan melihat, rojali dan rohana tak akan begitu signifikan memengaruhi capaian transaksi, terutama di mal.

Sebab, di Mal Kota Kasablanka saja, lanjut Agung, transaksi pelanggan pada bulan Januari 2026 meningkat 3% dari bulan sebelumnya. Maka, menurut dia daya beli konsumen sebenarnya masih cukup masif.

Tingginya minat belanja masyarakat, menurut Agung, juga tercermin dari antusiasme pelaku ritel dalam memperluas usahanya di mal. Ia membeberkan, banyak ritel Indonesia yang ingin membuka toko di pusat perbelanjaan.

“Waiting list (untuk membuka toko) sampai tiga tahun pun masih kuat,” jelas Agung.

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Optimalkan Potensi Ritel, Lifestyle, dan F&B 2026

Untuk mendorong transaksi, kata Agung, pusat-pusat perbelanjaan telah menyiapkan strategi promosi. Salah satunya adalah program midnight sale.

Biasanya, program ini diadakan sekitar dua minggu sebelum Lebaran, bertepatan dengan periode gajian atau pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Mal-mal berbondong menghadirkan midnight sale dengan berbagai variasi, ada yang berlangsung selama dua hingga tiga hari, bahkan ada yang digelar pada akhir pekan.

Soal bidikan, Agung bilang, APPBI memiliki dua jenis target, yaitu transaksi alias jumlah uang berputar di dalam mal, serta trafik. 

Ia optimistis transaksi BINA Lebaran 2026 dapat meningkat 10–15% dibandingkan tahun lalu. Sebab, saat bulan puasa, momentum kunjungan ke mal bagi konsumen dapat berpatokan ke satu kali makan siang dan dua kali makan malam. Sedangkan pada bulan lainnya, ritel hanya bersandar pada makan siang dan malam yang masing-masingnya satu kali.

 "Jadi 10–15% itu kurang lebih seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," imbuhnya.

Sementara itu, dari segi trafik, Agung percaya diri dapat meraih peningkatan 20% dari momentum biasanya. Tak lain, kata dia, target ini didukung oleh ramainya kunjungan untuk buka puasa bersama (bukber).

Baca Juga: Hippindo Sebut Ritel Fesyen Offline Tuai Berkah dari Harbolnas, Ini Alasannya

Selanjutnya: Rosan: 20 Proyek Hilirisasi Digulirkan, Investasi Capai US$ 26 Miliar

Menarik Dibaca: Pasar Kripto Rebound, Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News