JAKARTA. Jeratan krisis rupanya mendorong pemerintah menyusun ulang skala prioritas kerja. Di bidang pariwisata, misalnya, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) memilih fokus pada wisata bahari. Depbudpar memilih wisata bahari lantaran sektor ini paling potensial dan memiliki daya tahan terhadap krisis. "Jenis wisata ini tak akan ditinggalkan peminatnya meski kondisi keuangan lagi sulit," ujar Noviandi Makalam, Sekretaris Dirjen Pemasaran Depbudpar. Potensi dan daya tahan wisata bahari juga bisa kita lihat dari perputaran uang. Di sektor ini, jumlah uang yang dibelanjakan para wisman alis wisatawan mancanegara jauh lebih banyak ketimbang jenis wisata lain. "Sekali diving saja, minimal mereka keluar Rp 500.000," tutur Noviandi.
Geber Pariwisata, Pemerintah Fokus ke Wisata Bahari
JAKARTA. Jeratan krisis rupanya mendorong pemerintah menyusun ulang skala prioritas kerja. Di bidang pariwisata, misalnya, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) memilih fokus pada wisata bahari. Depbudpar memilih wisata bahari lantaran sektor ini paling potensial dan memiliki daya tahan terhadap krisis. "Jenis wisata ini tak akan ditinggalkan peminatnya meski kondisi keuangan lagi sulit," ujar Noviandi Makalam, Sekretaris Dirjen Pemasaran Depbudpar. Potensi dan daya tahan wisata bahari juga bisa kita lihat dari perputaran uang. Di sektor ini, jumlah uang yang dibelanjakan para wisman alis wisatawan mancanegara jauh lebih banyak ketimbang jenis wisata lain. "Sekali diving saja, minimal mereka keluar Rp 500.000," tutur Noviandi.