KONTAN.CO.ID - Menjaga tradisi dan budaya rupanya bisa menjadi faktor untuk merawat pelestarian lingkungan. Hal ini diungkapkan Mahandis Yoanata Thamrin, Managing Editor, National Geographic Indonesia. Menurut Yoan, begitu panggilan akrabnya masyarakat adat pada dasarnya memiliki pemikiran lebih bijak terkait melestarikan alam ketimbang masyarakat di perkotaan. Dia mengambil contoh tradisi Sasi d Maluku. Masyarakat itu menetapkan tradisi dimana ada hukum adat yang melarang pengambilan hasil sumber daya alam tertentu di wilayah adat, sebagai wujud pelestarian alam dan menjaga populasi. Masyarakat di Sasi dilarang mengambil hasil laut yang ditentukan di suatu wilayah adat dalam jangka waktu tertentu hingga ritual pembukaan Sasi tiba. Hal ini bertujuan agar sumber daya laut yang dilindungi punya cukup waktu untuk berkembang biak dengan baik sehingga hasil panennya akan lebih banyak.
GEF SGP Indonesia Beri Pendanaan untuk Program Keberlanjutan
KONTAN.CO.ID - Menjaga tradisi dan budaya rupanya bisa menjadi faktor untuk merawat pelestarian lingkungan. Hal ini diungkapkan Mahandis Yoanata Thamrin, Managing Editor, National Geographic Indonesia. Menurut Yoan, begitu panggilan akrabnya masyarakat adat pada dasarnya memiliki pemikiran lebih bijak terkait melestarikan alam ketimbang masyarakat di perkotaan. Dia mengambil contoh tradisi Sasi d Maluku. Masyarakat itu menetapkan tradisi dimana ada hukum adat yang melarang pengambilan hasil sumber daya alam tertentu di wilayah adat, sebagai wujud pelestarian alam dan menjaga populasi. Masyarakat di Sasi dilarang mengambil hasil laut yang ditentukan di suatu wilayah adat dalam jangka waktu tertentu hingga ritual pembukaan Sasi tiba. Hal ini bertujuan agar sumber daya laut yang dilindungi punya cukup waktu untuk berkembang biak dengan baik sehingga hasil panennya akan lebih banyak.