KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatat pertumbuhan positif pada bisnis asuransi perjalanan hingga Agustus 2026. Lini bisnis tersebut tumbuh 41,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Linggawati Tok, Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mengatakan, asuransi perjalanan menjadi salah satu kontributor yang berkembang konsisten dalam portofolio retail perusahaan. “Hingga Agustus 2026, lini bisnis asuransi perjalanan menunjukkan pertumbuhan yang positif dan menjadi salah satu kontributor yang berkembang konsisten dalam portofolio retail perusahaan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (29/9/2026).
“Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan yang sehat yaitu sebesar 41,37%,” lanjutnya. Dari sisi profitabilitas, portofolio asuransi perjalanan juga masih menunjukkan performa yang baik dengan rasio klaim yang terjaga.
Baca Juga: Permintaan Asuransi Perjalanan Naik Saat Mudik, GEGI Catat Pertumbuhan Premi 30% “Dari sisi profitabilitas, portofolio asuransi perjalanan masih menunjukkan performa yang baik dengan rasio klaim yang tetap terjaga dalam batas yang sehat sesuai risk appetite perusahaan,” kata Linggawati. Menurut Linggawati, kenaikan harga avtur dan penyesuaian fuel surcharge berpotensi meningkatkan harga tiket pesawat. Namun, dampaknya terhadap bisnis asuransi perjalanan dinilai relatif terbatas. “Kenaikan harga avtur yang mendorong penyesuaian fuel surcharge berpotensi meningkatkan harga tiket pesawat dan memengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian,” ujarnya. “Namun, kami melihat dampaknya terhadap bisnis asuransi perjalanan cenderung relatif terbatas,” lanjut Linggawati. Ia mengatakan, kenaikan biaya perjalanan justru membuat wisatawan semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi perjalanan, termasuk terhadap risiko pembatalan perjalanan, keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, hingga biaya medis darurat.
Baca Juga: GEGI Perkuat Renewal dan Underwriting untuk Topang Bisnis Asuransi Kendaraan “Dalam kondisi seperti ini, perlindungan terhadap risiko pembatalan perjalanan, keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, hingga biaya medis darurat menjadi semakin relevan,” katanya. Menjelang akhir tahun, GEGI melihat prospek bisnis asuransi perjalanan masih positif. Momentum libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru diperkirakan mendorong peningkatan jumlah penumpang pesawat dan wisatawan. “Menjelang akhir tahun, industri asuransi perjalanan di Indonesia diperkirakan masih memiliki prospek yang positif,” ujar Linggawati. Untuk mendorong kinerja, GEGI akan fokus pada segmen group travel, melakukan upselling produk travel melalui skema add-ons jaminan, serta memperkuat distribusi digital dan kemitraan strategis.
“Salah satu strategi kami untuk mendorong kinerja Asuransi Travel adalah mefokuskan segmen group travel dimana permintaan untuk sektor ini masih tinggi,” kata Linggawati. “Selain itu, Perusahaan juga melakukan penguatan distribusi digital dan kemitraan strategis yang kami jalankan,” lanjutnya.
Baca Juga: Antisipasi Pelemahan Rupiah, Ini Strategi Great Eastern General Insurance (GEGI) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News