GEGI Perkuat Renewal dan Underwriting untuk Topang Bisnis Asuransi Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) memilih untuk memperkuat bisnis pembaruan polis (renewal) dan menjaga kualitas portofolio untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan bermotor.

Marketing Director GEGI Linggawati Tok mengatakan, prospek bisnis asuransi kendaraan hingga akhir tahun diperkirakan masih menghadapi tantangan seiring tekanan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Pertumbuhan asuransi kendaraan di sisa tahun ini diperkirakan akan terbatas, seiring tekanan daya beli masyarakat yang masih berada dalam mode bertahan dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Linggawati kepada Kontan, Senin (23/6/2026).


Baca Juga: OJK: Industri Asuransi Masih Mampu Redam Risiko Pelemahan Rupiah

Di tengah kondisi tersebut, GEGI mengandalkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja. Salah satunya dengan memperkuat bisnis renewal guna mempertahankan basis nasabah yang telah dimiliki.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kualitas underwriting agar portofolio bisnis tetap sehat. GEGI turut mengoptimalkan kanal distribusi yang telah ada serta meningkatkan kualitas layanan guna menjaga kepuasan pelanggan.

Menurut Linggawati, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan meski kondisi pasar masih menantang.

Adapun hingga Mei 2026, kinerja premi asuransi kendaraan GEGI tercatat menurun 1,5% secara tahunan (year on year/yoy). Linggawati bilang, penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya penjualan kendaraan serta perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam memilih produk asuransi.

Secara industri, asuransi kendaraan bermotor mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan data terakhir Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lini usaha ini menjadi kontributor premi terbesar kedua industri asuransi umum dengan pangsa pasar mencapai 17,3%.

Baca Juga: UU P2SK Atur Cakupan Penjaminan Polis Tidak Jamin Unsur Investasi di Produk Asuransi

Namun, AAUI memandang industri kendaraan bermotor memang masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli masyarakat. Selain itu, ketidakpastian terkait keberlanjutan insentif sektor otomotif berpotensi memengaruhi permintaan kendaraan baru.

Lebih lanjut AAUI menyebut, insentif yang diberikan pemerintah selama ini terbukti membantu menjaga minat masyarakat dalam membeli kendaraan, baik secara tunai maupun kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News