Gejala Berubah, Kasus Naik, Covid-19 Indonesia November 2022 Dekati 5.000 Kasus,



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kewaspadaan terhadap virus corona penyebab Covid-19 harus kembali ditingkatkan. Jumlah kasus Covid-19 harian di Indonesia pada November 2022 ini kembali naik mendekati level 5.000. Disisi lain, gejala positif Covid-19 November 2022 ini telah berubah dari sebelumnya.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 4.873 kasus baru infeksi virus corona hingga Rabu 2 November 2022. Dengan demikian, total kasus Covid-19 sejak pandemi corona menjadi 6.502.659 kasus.

Sejak November 2022 ini, kasus Covid-19 mendekati level tinggi, hampir menyentuh angka 5.000-an per hari. Pada Selasa 1 November 2022, kasus positif Covid-19 harian bertambah 4.707 dan 32 pasien meninggal.


Jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia para Rabu sama besar dengan hari sebelumnya, yakni 32 orang. Dengan demikian, total korban meninggal akibat Covid-19 sebanyak 158.695 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 30.053 kasus, bertambah 2.791 dari sehari sebelumnya.

Baca Juga: Data Corona Indonesia, 1 November: Tambah 4.707 Kasus Baru, Ada 27.262 Kasus Aktif

Peningkatan kasus Covid-19 ini menjadi perhatian pemerintah dan Satgas Covid-19. Dikhawatirkan, peningkatan kasus Covid-19 berlanjut hingga akhir tahun dimana saat musim liburan nanti.

Disisi lain, peningkatan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain juga terjadi peningkatan kasus Covid-19. Hal itu lantaran munculnya Covid-19 varian baru yakni XBB.

Gejala Covid-19 terbaru

Dilansir dari Kompas.com, munculnya varian baru Covid-19 XBB membawa perubahan. Gejala Covid-19 terbaru telah berbeda dengan kasus infeksi virus corona sebelumnya.

Pada Kamis, 20 Oktober 2022, Zoe Health Study yang berbasis di Inggris telah mengidentifikasi gejala Covid-19 terbaru paling umum saat ini. Hal ini berdasarkan informasi lebih dari empat juta orang yang melaporkan gejala Covid-19 terbaru melalui aplikasi Zoe Covid.

Menurut analisis terbaru, seperti dilansir laman resmi, gejala umum Covid-19 bervariasi, tergantung status vaksinasi dan berapa banyak dosis yang disuntikkan. Mereka yang telah mendapatkan vaksinasi, cenderung mengalami gejala lebih sedikit dan tak terlalu parah.

Tidak hanya itu, orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 juga mengalami infeksi dalam waktu relatif lebih singkat.

Baca Juga: Data Corona Indonesia, 2 November: Tambah 4.873 Kasus Baru, Ada 30.053 Kasus Aktif

Gejala umum Covid-19 pada orang divaksin lengkap

Berikut peringkat gejala Covid-19 pada orang yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin:

  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Hidung mampet
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit kepala.
Gejala umum Covid-19 pada orang divaksin satu dosis

Pada orang-orang yang baru menerima dosis pertama vaksin Covid-19, peringkat gejala umum yang menyerang antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Bersin
  • Batuk terus-menerus.
Gejala umum Covid-19 pada orang tanpa vaksin

Tak berbeda jauh, berikut peringkat gejala umum yang dilaporkan terjadi pada orang tanpa vaksin Covid-19:

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Demam
  • Batuk terus-menerus.
Gejala Covid-19 Mirip gejala flu

Menilik gejala umum di atas, saat ini gejala khas Covid-19 seperti kehilangan penciuman atau anosmia, sesak napas, dan demam tak lagi berada di urutan teratas. Bahkan, menurut Co-founder Zoe Health Study, Prof Tim Spector, gejala Covid-19 terbaru lebih menyerupai penyakit flu biasa.

"Demam dan kehilangan penciuman benar-benar jarang sekarang. Begitu banyak orangtua mungkin tidak mengira mereka terkena Covid-19. Mereka akan mengatakan itu pilek dan tidak akan dites," ujar dia, dikutip dari laman IFL Science (3/10/2022).

Senada, dilansir dari Everyday Health, spesialis penyakit menular di Stanford University, Dean Winslow mengungkapkan, gejala Omicron atau varian yang mendominasi saat ini cenderung menyerupai flu. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tetap melakukan tes Covid-19 meski hanya bergejala ringan.

Winslow juga menekankan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk menghindari infeksi, masyarakat harus tetap mengenakan masker saat berada di kerumunan.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin bivalen, yakni gabungan antara vaksin virus corona versi asli dan varian Omicron. "Meskipun mungkin tidak memberikan perlindungan lengkap dari infeksi terhadap beberapa subvarian Omicron yang lebih baru, itu akan membantu melindungi terhadap penyakit serius, rawat inap, dan kematian," ungkap Winslow.

Itulah perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali naik pada November 2022 ini serta gejala-gejala terbaru yang harus diwaspadai. Tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto