Gejala Kanker Rahim Stadium 1 Yang Harus Diwaspadai & Cara Menjaga Kesehatan Rahim



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Simak gejala kanker rahim stadium 1, 2, 3 dan 4. Mengenali gejala kanker rahim stadium 1, 2, 3, dan 4 penting untuk menggambarkan penyebaran penyakit dan menentukan pengobatan yang tepat.

Setiap wanita wajib mengetahui gejala kanker rahim stadium 1, 2, 3 dan 4. Pasalnya, setiap wanita memiliki risiko mengalami kanker rahim.

Risiko kanker rahim juga semakin meningkat seiring penambahan usia. Dengan mengetahui gejala kanker rahim stadium 1, 2, 3 dan 4, setiap wanita bisa deteksi dini.


Terutama gejala kanker rahim stadium 1, harus diketahui sejak awal. Mengetahui gejala kanker rahim stadium 1 bisa membantu mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga kanker tidak semakin menyebar.

Mengutip Cleveland Clinic, sebagian besar kanker rahim terjadi setelah wanita berusia 50 tahun. Kanker rahim yang disebut juga sebagai kanker uterus, memiliki gejala paling umum berupa pendarahan abnormal.

  • Pendarahan abnormal yang bisa menjadi gejala kanker rahim termasuk:
  • Pendarahan vagina antara periode sebelum menopause
  • Pendarahan atau bercak, bahkan dalam jumlah sedikit saat pascamenopause
  • Pendarahan vagina yang sangat lama, berat, atau sering, jika Anda berusia lebih dari 40 tahun.
Baca Juga: Waspada 4 Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Jika wanita didiagnosis mengidap kanker rahim, dokter akan mencari tahu stadiumnya. Stadium adalah salah satu faktor terpenting untuk mengetahui seberapa serius kanker dan bagaimana mengobati kanker.

Menurut sistem Federasi Internasional Ginekologi dan Obstetri (FIGO), stadium kanker rahim berkisar dari stadium I sampai IV. Mengutip Cleveland Clinic, semakin rendah angkanya, semakin sedikit kanker yang menyebar. Angka yang lebih tinggi, seperti stadium IV, berarti kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

  • Kanker rahim stadium 1: belum menyebar di luar rahim Anda.
  • Kanker rahim Stadium II: telah menyebar ke leher rahim Anda.
  • Kanker rahim Stadium III: telah menyebar ke vagina, ovarium, dan/atau kelenjar getah bening Anda.
  • Kanker rahim Stadium IV: telah menyebar ke kandung kemih atau organ lain yang jauh dari rahim Anda.
Masing-masing stadium kanker rahim ini memiliki klasifikasi dan tanda-tandanya masing-masing.

Gejala kanker rahim stadium 1

Mengutip Verywell Heatlh, pada stadium 1 atau awal ini kanker tumbuh di dalam rahim dan mungkin tumbuh ke dalam kelenjar serviks, tetapi tidak ke jaringan ikat serviks.

Sementara, tidak ada tanda-tanda kanker di kelenjar getah bening di dekatnya. Stadium ini diketegorikan lagi menjadi berikut:

  • Tahap IA: Kanker tumbuh di endometrium (lapisan dalam rahim) dan mungkin telah tumbuh kurang dari setengah jalan melalui lapisan otot yang mendasari rahim.
  • Stadium IB: Kanker telah tumbuh dari lapisan dalam rahim ke lapisan otot rahim. Itu telah tumbuh lebih dari setengah jalan melalui lapisan otot tetapi belum menyebar di luar organ.
Ada pun gejala-gejala kanker rahim pada stadium 1 ini meliputi keputihan dan pendarahan yang tidak normal. Ini bisa termasuk pendarahan yang sangat berat yang tidak khas dalam menstruasi atau pendarahan setelah Anda mulai menopause.

Gejala kanker rahim stadium 2

Mengutip Verywell Heatlh, kanker rahim stadium II menunjukkan bahwa kanker rahim telah menyebar dari rahim dan tumbuh ke jaringan ikat leher rahim (serviks). Namun, kanker belum menyebar ke luar rahim. Tidak ada kanker di kelenjar getah bening terdekat atau tempat yang jauh.

Ada pun gejala kanker rahim stadium 2 mirip dengan tahap 1. Anda mungkin mengalami pendarahan yang tidak biasa, bercak, atau keputihan yang tidak normal.

Gejala kanker rahim stadium 3

Mengutip Verywell Heatlh, kanker rahim stadium 3 menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke luar rahim Anda, tetapi belum menyebar ke rektum atau kandung kemih. Namun, kanker belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya yang jauh.

Sementara itu, stadium kanker rahim ini dibagi dalam beberapa kategori berikut:

  • Stadium IIIA: kanker telah menyebar ke permukaan luar rahim dan/atau ke saluran tuba atau ovarium di dekatnya.
  • Stadium IIIB: kanker telah menyebar ke vagina atau jaringan di sekitar rahim.
  • Stadium IIICC1: kanker tumbuh di tubuh rahim, tetapi tidak di dalam kandung kemih atau rektum. Telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.
  • Stadium IIIC2: kanker tumbuh di rahim dan telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar aorta. Namun, belum sampai ke dalam kandung kemih atau rektum.
Gejala kanker rahim yang dapat terjadi pada stadium 3 ini mungkin meliputi rasa sakit atau tekanan di panggul dengan gejala tahap I dan II yang masih mengiringi. Gejala lain mungkin termasuk:

  • Perut kembung
  • Tidak nyaman saat berhubungan seks atau seks yang menyakitkan
  • Merasa sangat cepat kenyang saat makan
  • Perubahan kebiasaan kencing dan buang air besar.
  • Penurunan berat badan atau merasakan massa atau benjolan di perut.
Gejala kanker rahim stadium 4

Mengutip Verywell Heatlh, pada stadium 4menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke lapisan dalam rektum atau kandung kemih. Stadium kanker rahim ini akan dibagi lagi dalam kategori berikut:

Stadium IVA: kanker telah menyebar ke lapisan dalam rektum dan/atau kandung kemih.

Stadium IVB: kanker telah menyebar di luar area panggul ke kelenjar getah bening di selangkangan, perut bagian atas, atau organ lain yang lebih jauh dari rahim, seperti paru-paru, hati, atau tulang.

Gejala kanker rahim pada stadium IV ini sama seperti tahap III, tetapi mungkin ada tambahan kondisi yang mencerminkan posisi penyebaran kanker. Misalnya, jika telah menyebar ke tulang, Anda mungkin merasakan sakit dan nyeri tulang. Jika telah menyebar ke paru-paru, Anda mungkin juga mengalami sesak napas.

Cara menjaga kesehatan rahim

Untuk mencegah kanker rahim, setiap wanita wajib menjaga kesehatan rahim. Berikut cara menjaga kesehatan rahim:

1. Makan makanan bergizi seimbang

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Obstetrics and Gynecology, makan daging merah dapat melipatgandakan risiko mengembangkan fibroid rahim, sedangkan makan banyak sayuran mengurangi risiko hingga 50 persen. Senyawa indole 3 carbinol yang ditemukan dalam sayuran, seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan kubis brussel, akan meningkatkan metabolisme estrogen dan membantu tubuh menghilangkan kelebihan estrogen.

2. Mengkonsumsi suplemen

Jika Anda sudah makan makanan yang bergizi seimbang, masih ada kemungkinan ada kekurangan beberapa nutrisi untuk menyehatkan rahim. Sehingga, wanita perlu mengkonsumsi suplemen tertentu untuk rahim lebih sehat dan kuat. Biasanya ini dilakukan oleh wanita yang siap hamil (sudah bersuami). Untuk mengetahui kebutuhan suplemen yang harus dikonsumsi, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter.

3. Kurangi asupan kafein

Dalam jumlah besar, kafein dapat memperparah fibroid rahim karena dapat meningkatkan produksi estrogen. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility, wanita yang mengkonsumsi 500 miligram kafein setiap hari menghasilkan 70 persen lebih banyak estrogen pada fase folikular dari siklus menstruasi. Mengkonsumsi 500 miligram kafein setiap hari setara dengan 4-5 cangkir kopi per hari.

4.Lebih banyak bergerak

Jika Anda memiliki pekerjaan di mana Anda duduk untuk waktu yang lama, ini dapat membahayakan aliran darah ke rahim Anda. Luangkan waktu untuk sesekali berdiri dan berjalan-jalan sejenak agar lebih melancarkan aliran darah ke rahim.

5. Berolahraga

Sebuah studi dalam American Journal of Epidemiology menemukan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi perkembangan fibroid rahim. Jogging dan yoga kesuburan adalah dua cara terbaik untuk meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kekuatan serta kelenturan otot-otot di sekitar rahim.

6. Hilangkan kebiasaan merokok

Berbagai penelitian menunjukkan merokok sebagai penyebab besar dalam masalah kesuburan. Satu studi menemukan bahwa merokok dapat memengaruhi penerimaan rahim (uterine receptiveness). Wanita yang merokok membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Merokok juga membuat ovarium Anda menua dan dapat menurunkan kesehatan secara keseluruhan.

7. Kurangi stres

Stres kronis yang tidak terkendali juga dapat menyebabkan berbagai perubahan tubuh. Stres kronis diketahui sebagai penyebab berkurangnya kesehatan rahim, serta terjadinya kelebihan berat badan, peradangan di tubuh hingga menstruasi yang tidak teratur.

Itulah berbagai gejala kanker rahim stadium 1, 2, 3, dan 4 serta cara menjaga kesehatan rahim untuk para wanita. Segera hubungi dokter jika menemukan gejala kanker rahim stadium 1.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Stadium Kanker Rahim dan Tandanya Masing-masing", dan

"Fungsi Rahim dan Cara Menjaga Kesehatannya",

Penulis : Shintaloka Pradita Sicca Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto