Selain gejala-gejala gangguan fungsi motorik tubuh, penyakit parkinson juga memberikan efek berupa komplikasi nonmotorik, yakni gangguan neuropsikiatri, seperti gangguan kognisi, depresi, psikosa, dan sulit tidur. Tidak sedikit penyandang parkinson, terutama tahap lanjutan, yang mengalami gangguan neuropsikiatri. "Mereka menjadi sensitif, mudah emosi, mudah lupa, kepikunan, serta bingung, bahkan depresi," kata Paulus Anam Ong, Dokter Ahli Saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Oleh karena itu, lanjut Anam, dukungan dari pihak keluarga dan orang terdekat berperan penting pada perkembangan penyandang parkinson. "Bila sudah masuk depresi, tidak ada salahnya dicek oleh psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat," cetus Anam.
Gejala nonmotorik pada penderita parkinson
Selain gejala-gejala gangguan fungsi motorik tubuh, penyakit parkinson juga memberikan efek berupa komplikasi nonmotorik, yakni gangguan neuropsikiatri, seperti gangguan kognisi, depresi, psikosa, dan sulit tidur. Tidak sedikit penyandang parkinson, terutama tahap lanjutan, yang mengalami gangguan neuropsikiatri. "Mereka menjadi sensitif, mudah emosi, mudah lupa, kepikunan, serta bingung, bahkan depresi," kata Paulus Anam Ong, Dokter Ahli Saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Oleh karena itu, lanjut Anam, dukungan dari pihak keluarga dan orang terdekat berperan penting pada perkembangan penyandang parkinson. "Bila sudah masuk depresi, tidak ada salahnya dicek oleh psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat," cetus Anam.