JAKARTA. Setelah terpuruk ke level terendahnya selama 12 tahun terakhir, harga minyak berhasil rebound. Naiknya harga minyak ini disinyalir akibat meredanya gejolak ekonomi di China. Mengutip Bloomberg, Jumat (8/1) pukul 20.20 WIB harga minyak kontrak pengiriman Februari 2016 di New York Mercantile Exchange naik 1,77% ke level US$ 33,75 per barel dibanding hari sebelumnya. Dipaparkan Nizar Hilmy, Analis SoeGee Futures ini setelah pelaku pasar menilai yuan dan bursa saham di China lebih stabil. Meski belum mampu mendongkrak permintaan minyak secara langsung paling tidak ketidakpastian di pasar mereda. “Selain itu ada andil aksi bargain hunting yang dilakukan pelaku pasar,” ujar Nizar.
Gejolak China reda, minyak rebound
JAKARTA. Setelah terpuruk ke level terendahnya selama 12 tahun terakhir, harga minyak berhasil rebound. Naiknya harga minyak ini disinyalir akibat meredanya gejolak ekonomi di China. Mengutip Bloomberg, Jumat (8/1) pukul 20.20 WIB harga minyak kontrak pengiriman Februari 2016 di New York Mercantile Exchange naik 1,77% ke level US$ 33,75 per barel dibanding hari sebelumnya. Dipaparkan Nizar Hilmy, Analis SoeGee Futures ini setelah pelaku pasar menilai yuan dan bursa saham di China lebih stabil. Meski belum mampu mendongkrak permintaan minyak secara langsung paling tidak ketidakpastian di pasar mereda. “Selain itu ada andil aksi bargain hunting yang dilakukan pelaku pasar,” ujar Nizar.