Gejolak IHSG Tak Goyahkan Investasi Utama Dana Pensiun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak di pasar saham tidak saja mengganggu investasi investor ritel, namun juga investor institusi seperti dana pensiun. Meski begitu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai investasi dana pensiun di pasar saham tidak terlalu signifikan, sehingga jatuhnya IHSG tidak banyak mengganggu target investasi dana pensiun secara keseluruhan.

Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi mengatakan, penempatan dana pensiun di saham tidak begitu signifikan.

Tercatat hanya sekitar 10% hingga 15% saja, bahkan beberapa dana pensiun (dapen) hanya menginvestasikan ke saham sekitar 5%.


Baca Juga: Bank OCBC NISP Bukukan Laba Rp 5,1 Triliun di 2025, Tumbuh 4%

"Penempatan investasi Dana Pensiun di saham tidak begitu signifikan hanya sekitar 10% hingga 15% bahkan beberapa Dapen hanya berkisar 5%," katanya kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pelemahan pasar saham dan penurunan harga SBN tentu berdampak pada kinerja investasi. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan.

"Dalam kondisi saham yang kontraksi tentu kinerja investasi sedikit terpengaruh terutama bila harga SBN turun," katanya.

Untuk menghindari risiko yang lebih besar, dana pensiun menerapkan strategi dengan menunggu hingga harga saham berada pada titik optimum terendah untuk dikoleksi, kemudian melepasnya saat harga naik.

Strategi tersebut masih dapat dilakukan karena dana pensiun memiliki kelonggaran dana.

Di sisi lain, penempatan dana kelolaan paling besar berada di obligasi korporasi dan SBN.

Baca Juga: Perbankan Masih Genjot Kredit Industri Pengolahan dan Perdagangan di Tahun 2026

Dari sisi kinerja, ADPI mencatat imbal hasil pada tahun 2025 berkisar antara 6% hingga 7,5% dan rata-rata industri berada di angka 6.15%. 

Sementara itu, proyeksi pada 2026 diperkirakan terkontraksi tidak lebih dari 0,5%, namun berpotensi naik jika harga saham juga meningkat meski tidak lebih dari 0,5%.

"Proyeksi tahun 2026 terkontraksi tidak lebih 0,5% namun kalau harga saham segera naik dalam waktu kemungkinan malah naik tidak lebih 0,5%," ujarnya.

Selanjutnya: Persaingan Ritel Ketat, Intip Prospek dan Rekomendasi Aspirasi Hidup (ACES) di 2026

Menarik Dibaca: 7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah, Coba yuk!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News