KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Investor di Asia kini ramai membeli saham energi terbarukan China, memanfaatkan peluang dari gejolak minyak akibat perang Iran yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan global terhadap energi hijau, sektor yang didominasi China. Tren ini berbeda dengan di Amerika Serikat, di mana investor justru kembali fokus pada minyak dan gas. "Setelah debu mereda atau harga minyak mulai turun, negara-negara kini harus lebih fokus pada keamanan energi," kata Aaron Costello, kepala Asia di Cambridge Associates, saat konferensi di Hong Kong, Senin (23/3). Ia menambahkan, negara-negara perlu memperluas energi terbarukan, membangun jaringan listrik yang lebih baik, menambah energi nuklir, dan memperkuat pertahanan. "AS, jika tidak bisa dibilang tidak dapat diandalkan, setidaknya menjadi lebih tidak menentu," ujarnya.
Gejolak Minyak Bikin Investor Asia Borong Saham Energi Terbarukan China
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Investor di Asia kini ramai membeli saham energi terbarukan China, memanfaatkan peluang dari gejolak minyak akibat perang Iran yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan global terhadap energi hijau, sektor yang didominasi China. Tren ini berbeda dengan di Amerika Serikat, di mana investor justru kembali fokus pada minyak dan gas. "Setelah debu mereda atau harga minyak mulai turun, negara-negara kini harus lebih fokus pada keamanan energi," kata Aaron Costello, kepala Asia di Cambridge Associates, saat konferensi di Hong Kong, Senin (23/3). Ia menambahkan, negara-negara perlu memperluas energi terbarukan, membangun jaringan listrik yang lebih baik, menambah energi nuklir, dan memperkuat pertahanan. "AS, jika tidak bisa dibilang tidak dapat diandalkan, setidaknya menjadi lebih tidak menentu," ujarnya.