KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel meningkatkan risiko bagi industri asuransi umum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai gejolak geopolitik, seperti kondisi di Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok, serta volatilitas harga energi. "Adapun lini asuransi yang relatif lebih terdampak, antara lain marine cargo, properti, dan energi onshore, seiring meningkatnya eksposur risiko pada perdagangan dan transportasi global," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam lembar jawaban RDK OJK, Selasa (17/3/2026). Ogi menambahkan, gejolak global juga berpotensi mendorong penyesuaian premi, terutama pada lini asuransi dengan eksposur internasional. Penyesuaian ini terjadi antara lain akibat perubahan harga reasuransi dan peningkatan persepsi risiko.
Gejolak Timur Tengah Dorong Risiko dan Premi Asuransi Naik Signifikan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel meningkatkan risiko bagi industri asuransi umum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai gejolak geopolitik, seperti kondisi di Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok, serta volatilitas harga energi. "Adapun lini asuransi yang relatif lebih terdampak, antara lain marine cargo, properti, dan energi onshore, seiring meningkatnya eksposur risiko pada perdagangan dan transportasi global," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dalam lembar jawaban RDK OJK, Selasa (17/3/2026). Ogi menambahkan, gejolak global juga berpotensi mendorong penyesuaian premi, terutama pada lini asuransi dengan eksposur internasional. Penyesuaian ini terjadi antara lain akibat perubahan harga reasuransi dan peningkatan persepsi risiko.
TAG: