Gelar RUPS, Astra Agro Lestari (AALI) Ubah Susunan Direksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengubah susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (15/4/2026).

Dalam RUPST ini, para pemegang saham menyetujui agenda perubahan susunan anggota direksi AALI. 

Yaitu, Muhammad Guruh menggantikan Eko Prasetyo selaku direktur AALI yang memasuki masa pensiun. 


Baca Juga: Usia Tanaman Sudah Tua, Astra Agro (AALI) Replanting 8.000 Hektare Sepanjang 2026

Berikut ini jajaran komisaris dan direksi Astra Agro Lestari tahun 2026 usai RUPST.

Komisaris

Presiden Komisaris : Santosa

Komisaris : Johannes Loman

Komisaris : Aridono Sukmanto

Komisaris : Ratna Wardhani

Direksi

Presiden Direktur : Djap Tet Fa

Direktur : Tingning Sukowignjo

Direktur : Widayanto

Direktur : Bandung Sahari

Direktur : Arief Catur Irawan

Direktur : Veronica Lusi Herdiyanti

Direktur : Muhammad Guruh

Baca Juga: Simak Prospek Kinerja Emiten Baja pada Tahun 2026

Selain perubahan susunan anggota direksi, rapat ini juga menyetujui Laporan Tahunan 2025 serta penetapan penggunaan laba bersih dan pembagian dividen. 

RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 881,5 miliar atau Rp 458 per saham. Ini setara dengan 60% dari laba bersih AALI di tahun 2025.

Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025, AALI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 236 miliar atau Rp 123 per saham. 

Sisanya sebesar Rp 647 miliar atau Rp 335 per lembar saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham.

Sebagai gambaran, AALI membukukan laba bersih senilai Rp 1,5 triliun di tahun 2025. Ini naik 28% year-on-year (yoy) di tengah volatilitas harga crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 31% menjadi Rp 28,66 triliun di tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 21,82 triliun. 

Baca Juga: Zyrexindo (ZYRX) Rogoh Kocek Rp 68 Miliar untuk Beli Tanah di Jakarta Barat

Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan, peningkatan pendapatan merupakan efek dari kenaikan produksi CPO sebesar 6% yoy menjadi 1,2 juta ton dan produksi kernel sebesar 8% yoy menjadi 252.000 ton. 

“Adapun volume penjualan CPO dan turunannya di 2025 naik 13% menjadi 1,8 juta ton,” ujarnya dalam Public Expose AALI, Rabu (15/4/2026).

Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan, AALI juga senantiasa berupaya mengendalikan biaya dan beban pengeluaran secara disiplin. Dengan begitu, perseroan mampu mengoptimalkan kinerja di tengah volatilitas harga komoditas.

“Strategi ini kami tujukan untuk  menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

 
AALI Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News