KONTAN.CO.ID - Membawa semangat Sumpah Pemuda, Bhinneka dan OK OCE pada Selasa (01/11) kemarin mengadakan webinar bertajuk “Spesial Sumpah Pemuda: Optimalisasi Perang Youngpreneur di Era Digital”. Acara yang digelar guna memaknai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya, guna mendorong semangat berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi generasi milenial dan Gen-z. Merintis bisnis mandiri menjadi salah satu trend yang mulai digemari oleh anak muda, atau yang akrab dengan istilah Youngpreneur, khususnya bisnis yang dilakukan dengan pemanfaatan digital. Adapun kecenderungan berbisnis di era digital ini memiliki potensi yang besar mengingat Indonesia saat ini memiliki 210 juta pengguna internet dan 191 pengguna aktif media sosial. Hal ini juga didukung oleh keberadaan 75 juta jiwa generasi milenial dan 70 juta jiwa generasi Z dari total penduduk Indonesia dimana kedua generasi ini dikenal melek digital. Bima Laga, VP Corporate Affairs Bhinneka, mengatakan, “Acara ini menjadi refleksi dari sumpah pemuda untuk bangkit dan tumbuh dalam menghadapi berbagai krisis di era digital. Pendampingan terhadap anak muda itu sangat penting, karena mereka itu aset masa depan bangsa, dengan berbagai ancaman di masa depan, penting bagi mereka untuk agile, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai masalah. Salah satu yang bisa dilakukan oleh pemuda tersebut yakni mengoptimalkan keberadaan marketplace dan jejaring untuk merintis bisnis mandiri.”
Gelar Webinar Spesial Sumpah Pemuda: Optimalisasi Peran Youngpreneur di Era Digital
KONTAN.CO.ID - Membawa semangat Sumpah Pemuda, Bhinneka dan OK OCE pada Selasa (01/11) kemarin mengadakan webinar bertajuk “Spesial Sumpah Pemuda: Optimalisasi Perang Youngpreneur di Era Digital”. Acara yang digelar guna memaknai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya, guna mendorong semangat berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi generasi milenial dan Gen-z. Merintis bisnis mandiri menjadi salah satu trend yang mulai digemari oleh anak muda, atau yang akrab dengan istilah Youngpreneur, khususnya bisnis yang dilakukan dengan pemanfaatan digital. Adapun kecenderungan berbisnis di era digital ini memiliki potensi yang besar mengingat Indonesia saat ini memiliki 210 juta pengguna internet dan 191 pengguna aktif media sosial. Hal ini juga didukung oleh keberadaan 75 juta jiwa generasi milenial dan 70 juta jiwa generasi Z dari total penduduk Indonesia dimana kedua generasi ini dikenal melek digital. Bima Laga, VP Corporate Affairs Bhinneka, mengatakan, “Acara ini menjadi refleksi dari sumpah pemuda untuk bangkit dan tumbuh dalam menghadapi berbagai krisis di era digital. Pendampingan terhadap anak muda itu sangat penting, karena mereka itu aset masa depan bangsa, dengan berbagai ancaman di masa depan, penting bagi mereka untuk agile, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai masalah. Salah satu yang bisa dilakukan oleh pemuda tersebut yakni mengoptimalkan keberadaan marketplace dan jejaring untuk merintis bisnis mandiri.”