Bisnis jasa binatu masih menjanjikan. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, jasa laundry makin banyak dicari. Itu yang membuat Sugeng Riyadi memutuskan mendirikan usaha binatu kiloan bernama Tika Laundry di Semarang, Jawa Tengah pada 2008 silam. Tiga tahun setelahnya Sugeng memutuskan menawarkan kemitraan usaha. Saat ini dia sudah memiliki 11 mitra yang tersebar di daerah-daerah Jawa Tengah seperti Pati dan Jepara sertai satu gerai milik pusat di Semarang. Agar sebaran lokasi usaha mitra lebih luas, Sugeng kini mulai menawarkan kemitraan lewat situs. Jika berminat, ada tiga jenis paket investasi yang ditawarkan. Yakni paket silver seharga Rp 20 juta−Rp 100 juta, paket gold senilai Rp 50 juta−Rp 100 juta dan paket platinum seharga Rp 100 juta−Rp 200 juta.
Gelembung laba dari bisnis binatu
Bisnis jasa binatu masih menjanjikan. Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, jasa laundry makin banyak dicari. Itu yang membuat Sugeng Riyadi memutuskan mendirikan usaha binatu kiloan bernama Tika Laundry di Semarang, Jawa Tengah pada 2008 silam. Tiga tahun setelahnya Sugeng memutuskan menawarkan kemitraan usaha. Saat ini dia sudah memiliki 11 mitra yang tersebar di daerah-daerah Jawa Tengah seperti Pati dan Jepara sertai satu gerai milik pusat di Semarang. Agar sebaran lokasi usaha mitra lebih luas, Sugeng kini mulai menawarkan kemitraan lewat situs. Jika berminat, ada tiga jenis paket investasi yang ditawarkan. Yakni paket silver seharga Rp 20 juta−Rp 100 juta, paket gold senilai Rp 50 juta−Rp 100 juta dan paket platinum seharga Rp 100 juta−Rp 200 juta.