Gelombang Dingin Ekstrem Landa Eropa, Transportasi Terganggu



KONTAN.CO.ID - AMSTERDAM. Gelombang cuaca ekstrem bersuhu beku melanda berbagai wilayah di Eropa pada Selasa (6/1/2025), menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan di Belanda serta menelan lima korban jiwa di jalanan Prancis.

Salju tebal dan kondisi es yang membeku memperparah situasi transportasi dan keselamatan publik di sejumlah negara.

Kerusakan Layanan Kereta dan Penerbangan di Belanda

Di Belanda, seluruh layanan kereta domestik dihentikan sementara pada Selasa pagi akibat gangguan sistem IT yang memperparah keterlambatan dan pembatalan perjalanan.


Beberapa kereta mulai beroperasi di wilayah tertentu setelah pukul 09.00 GMT, namun masalah masih terjadi di sekitar Amsterdam, yang merupakan tujuan wisata populer.

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap, 2025 Masuk Tiga Besar Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Layanan kereta cepat Eurostar dari Amsterdam menuju Paris banyak yang dibatalkan atau mengalami keterlambatan.

Di Bandara Schiphol, lebih dari 400 penerbangan dibatalkan, sebagian besar dioperasikan oleh unit Belanda Air France-KLM, karena cuaca musim dingin yang ekstrem membuat salah satu pusat transit utama Eropa ini lumpuh untuk hari kelima berturut-turut.

Seorang warga Spanyol, Javier Sepulveda, terjebak di Schiphol selama tiga hari mencoba kembali ke rumahnya di Norwegia. Ia mengantri di meja bantuan KLM sejak pukul 06.30 pagi, namun enam jam kemudian masih jauh dari mendapatkan bantuan.

"Saya hanya bisa menggambarkan situasinya sebagai kacau, gila," ujarnya.

Salju Tebal Melanda Jerman dan Prancis

Di Jerman, suhu turun jauh di bawah minus 10 derajat Celsius di wilayah selatan dan timur. Sebagian besar wilayah tertutup salju, termasuk daerah dekat Laut Utara, yang biasanya jarang mengalami penumpukan salju tebal.

Baca Juga: Asia Tenggara Darurat Cuaca Ekstrem: Vietnam, Thailand, & Malaysia Dilanda Banjir

Para meteorolog memprediksi badai akan melanda negara itu pada Jumat, dengan salju lebat diperkirakan terjadi di wilayah utara dan timur.

Sementara itu, di Prancis, cuaca dingin yang berkepanjangan menyebabkan suhu membeku sepanjang malam setelah hujan salju di wilayah Paris dan sebagian besar negara pada Senin.

Enam bandara kecil di bagian barat dan utara Prancis ditutup, meskipun tidak ada pembatalan penerbangan yang diperkirakan di dua bandara utama Paris.

Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, mengimbau masyarakat untuk mengurangi perjalanan di jalan dan bekerja dari rumah, mengingat salju yang mencair di siang hari kemudian membeku kembali di malam hari membuat kondisi jalan sangat berbahaya.

Sejak Senin, lima orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan yang terkait kondisi jalan yang membeku, menurut laporan BFMTV dan media Prancis lainnya. Di Paris, layanan bus juga mengalami kekacauan saat beroperasi kembali setelah sempat dihentikan pada Senin.

Baca Juga: Badai Geomagnetik Tunda Peluncuran Satelit Cuaca Antariksa NASA ke Mars

Dampak Cuaca Ekstrem di Inggris dan Balkan

Di Inggris, Badan Meteorologi mengingatkan bahwa bahaya cuaca musim dingin dapat berlanjut sepanjang pekan di sebagian besar wilayah negara. Peringatan amber, yang merupakan tingkat kedua dari skala terparah setelah merah, dikeluarkan untuk salju di Skotlandia tengah.

Di Balkan Barat, hujan deras dan salju tebal juga menyebabkan kerusakan parah, menutup jalan, memutus pasokan listrik, dan menyebabkan banjir di sungai-sungai. Seorang wanita meninggal di ibu kota Bosnia, Sarajevo, pada Senin setelah sebuah pohon yang tertimpa salju basah roboh menimpanya.

Selanjutnya: Wijaya Karya (WIKA) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 17,43 Triliun Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya