Gelombang Drone Rusia Serang Ibukota Ukraina



KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia meluncurkan gelombang serangan drone ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya pada Jumat (28/8/2026). Serangan Rusia itu merusak gudang dan rumah-rumah.

Ini merupakan serangan drone hari kedua berturut-turut yang menurut pejabat Ukraina merupakan upaya untuk mengganggu kehidupan sehari-hari jutaan penduduk.

Gubernur Tymur Tkachenko mengatakan, setidaknya satu orang tewas di luar Kyiv. Lalu, 14 gudang, 16 rumah, dan tiga blok apartemen telah rusak. Sirene serangan udara sering berbunyi di seluruh kota Kyiv pada Jumat pagi, sehari setelah serangan rudal dan drone selama berjam-jam di Ukraina yang menargetkan pengecer besar dan logistik konsumen di Kyiv dan tempat lain.


Serangan tersebut berlanjut pada hari Jumat, menghancurkan pusat penyortiran milik kurir swasta terkemuka Ukraina, Nova Poshta, di dekat Kyiv dan di kota Sumy di utara, kata perusahaan itu. Di kota Zaporizhzhia di tenggara, sebuah drone Rusia menghantam toko perlengkapan rumah besar Epicenter, melukai setidaknya empat orang, kata Gubernur Ivan Fedorov pada hari Jumat.

Baca Juga: Perang Iran Ubah Peta Perdagangan Global, Negara Teluk Genjot Investasi Infrastruktur

Layanan darurat negara Ukraina mengatakan Rusia telah menyerang wilayah Kyiv 38 kali selama 24 jam terakhir, memperingatkan penduduk untuk tidak mendekati daerah-daerah di mana petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api.

Serangan pada hari Jumat tampaknya bertujuan untuk memperpanjang kemacetan yang dipicu oleh serangan sehari sebelumnya, yang menyebabkan keterlambatan kereta api di beberapa wilayah dan membuat penumpang terlantar dalam waktu lama.

"Musuh meluncurkan sejumlah kecil UAV bertenaga jet secara bergelombang dengan tujuan melumpuhkan Kyiv," kata Andriy Kovalenko, kepala Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina (CCD), cabang dari Dewan Keamanan Nasional seperti dikutip Reuters.

"Tujuannya adalah untuk melemahkan pertahanan udara dan penduduk."

Perusahaan kereta api negara Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa keterlambatan secara bertahap berkurang, tetapi dampak dari serangan yang sering terjadi dan peringatan serangan udara akan terasa setidaknya satu hari lagi. Kyiv menghabiskan hampir 15 jam dalam keadaan siaga serangan udara pada hari Kamis, menurut kementerian luar negeri Ukraina.

Serangan ke Pusat Belanja dan Logistik

Pasukan Rusia juga menyerang sebuah pusat perbelanjaan di kota Kharkiv di timur laut Ukraina, kata Walikota Ihor Terekhov, serangan kedua di sana dalam dua hari.

Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir terhadap logistik konsumen dan pengecer daring dalam upaya untuk saling merusak perekonomian dan melemahkan upaya perang masing-masing.

Juga pada hari Jumat, serangan drone Rusia menghancurkan sebuah gudang di wilayah Kyiv milik pengecer buku besar yang mengirimkan ribuan judul per hari, kata perusahaan tersebut.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Jelang Pidato Kevin Warsh, Pasar Tunggu Sinyal The Fed